وَإِنَّ الأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا، إِنَّمَا وَرَّثُوا العِلْمَ، فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ» [رواه أبو داود (٣٦٤١)، والترمذي (٢٦٨٢)، وصحَّحه الألباني في «صحيح أبي داود» (٣٦٤١)].

BAB : HUKUM WASIAT YANG DISEPAKATI ULAMA

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
📜 BAB : HUKUM WASIAT YANG DISEPAKATI ULAMA

🌿 Ibnul Mundzir al-Naisaburi berkata :

اتفق العلماء على جواز الوصية إذا كانت للأبوين أو للأقارب الذين لا يرثون.اتفق العلماء على أنه لا وصية لوارث إلا بموافقة جميع الورثة.اتفق العلماء على أن الوصية لا تزيد على ثلث التركة.اتفق العلماء على أن الميراث من جهة الأب لا من جهة الأم.اتفق العلماء على أنه إذا أوصى شخص لشخص آخر بثلث ماله، ثم هلك ذلك المال، فإن المال المفقود يُحسب من الميراث، ويأخذ الوارث ذلك الثلث.اتفق العلماء على أنه إذا أوصى شخصٌ ما لشخصٍ آخر، ثم هلك المال، فلا يرث ذلك الشخص مالًا بديلًا من ميراث المتوفى. تفق العلماء على أن من أوصى ببستان نخيله، أو شغل منزله، واستعان بخادمه، فإن ذلك كله يكون ثلث الميراث أو أكثر.اتفق العلماء على أنه إذا كتب الشخص وصيةً في ورقة، ثم قرأها أمام شهود، وصدق عليها، فإن الشهادة في هذا الأمر جائز.اتفق العلماء على أن من أوصى بمنح مال لورثته، أو أقر بديون وهو في صحة، ثم صححها، فإنه لا يصحح وصيته إلا أنه لا يصحح إقراره بقضائه. اتفق العلماء على جواز أن يُحدد الشخص دينه على غيره بقدر ما يملك، سواءٌ أوصى به في مرضه ثم مات.أما إذا أوصى بالتبرع بجميع أمواله ثم مت، فلا يتبرع إلا بثلثها، ولا يزيد على ذلك.اتفق العلماء على جواز دية المريض لغير الوارث، إذا لم تكن عليه ديون في صحته.اتفق العلماء على جواز الوصية للمسلم الحر الأمين العادل.اتفق العلماء على جواز وصية الأحرار البالغين من الرجال والنساء ممن تولوا الولاية.اتفق العلماء على جواز وصية الكافر الذمي للمسلم إذا كان مما يجوز تملكه. اتفق العلماء على أنه إذا أوصى أحدٌ لآخرٍ بهبة أمته، فباع ذلك الشخصُ المالَ الذي أُنفق أو وهبَهُ أو تصدّق به، فله أن يُصلحه أو يسترده.اتفق العلماء على جواز تصحيح أو إبطال كل ما أوصى به إلا عتق العبيد.اتفق العلماء على أن من كان أمينًا وأمينًا، فإن أخذ المال من يده حرام.اتفق العلماء على أن الأب راعٍ لمال ولده الصغير، وهو لمصلحته، إذا كان أمينًا وأمينًا. وإذا كان كذلك، فلا يجوز للقاضي تحريمه.

371. Para ulama bersepakat bahwa boleh hukumnya berwasiat (memberikan sebagian harta) jika diperuntukkan bagi kedua orangtua, kerabat yang tidak mendapatkan warisan darinya.

372. Para ulama bersepakat bahwa tidak ada wasiat bagi ahli waris kecuali kalau diizinkan oleh semua ahli waris.

373. Para ulama bersepakat bahwa wasiat harta itu maksimal ⅓ dari hartanya.

374. Para ulama bersepakat bahwa ashabah itu dari pihak bapak dan bukan dari pihak ibu.

375. Para ulama bersepakat apabila seorang mewasiatkan kepada orang lain untuk mengambil ⅓ hartanya, lalu sebagian hartanya habis/hilang, maka harta yang hilang dihitung dari harta warisan dan orang yang menerima wasiat ⅓ itu.

376. Para ulama bersepakat apabila seseorang mewasiatkan harta tertentu kepada orang lain, lalu harta itu hilang, maka orang itu tidak mendapatkan harta pengganti dari harta warisan si mayit.

377. Para ulama bersepakat apabila ada seseorang berwasiat untuk menginfakkan kebun kurmanya, atau menempati rumahnya, dibantu budaknya, semua itu apakah sudah mencapai ⅓ harta warisan atau lebih.

378. Para ulama bersepakat apabila seorang yang menuliskan wasiat dalam sebuah catatan, lalu dibacakan dihadapan para saksi dengan menegaskan kebenaran apa yang tertulis, maka kesaksian dalam masalah ini hukumnya boleh.

379. Para ulama bersepakat apabila seseorang memberikan wasiat memberikan harta kepada ahli warisnya, atau pernah mengakui memiliki utang pada saat masih sehat. Kemudian ia meralatnya, ia hanya boleh meralat wasiatnya namun tidak bisa meralat pengakuan ketetapannya.

380. Para ulama bersepakat boleh hukumnya bagi seseorang menetapkan bahwa ia memiliki utang kepada orang lain sebanyak harta yang dimiliki baik hal itu ditetapkan saat sakit lalu ia meninggal. 

Namun jika mewasiatkan untuk menginfakkan semua hartanya kemudian ia wafat, maka yang diinfakkan hanya ⅓ hartanya saja dan tidak boleh lebih dari itu.

381. Para ulama bersepakat pengakuan seorang yang sedang sakit
bahwa memiliki utang kepada non ahli warisnya hukumnya boleh, apabila ia tidak memiliki utang semasa sehatnya.

382. Para ulama bersepakat bahwa wasiat kepada seorang muslim, merdeka, dipercaya dan adil (takwa) boleh hukumnya.

383. Para ulama bersepakat bahwa wasiat laki-laki dan perempuan merdeka yang sudah baligh yang sudah mendapatkan kewenangan boleh hukumnya.

384. Para ulama bersepakat boleh hukumnya seorang kafir dzimmi berwasiat memberikan sesuatu kepada seorang muslim apabila hal itu berupa barang yang boleh dimiliki.

385. Para ulama bersepakat bahwa jika ada seseorang mewasiatkan kepada orang lain memberikan budak wanitanya, lalu orang itu menjual atau harta yang kemudian dihabiskan atau menghibahkan atau mensedekahkan, pada semua yang tersebut itu ia boleh meralat atau mengambilnya kembali.

386. Para ulama bersepakat bahwa seseorang boleh hukumnya meralat atau membatalkan semua yang pernah ia wasiatkan kecuali memerdekakan budak.

387. Para ulama bersepakat apabila seorang yang memberi dipercaya dan jujur, maka merampas harta dari tangannya hukumnya haram.

388. Para ulama bersepakat bahwa bapak adalah orang mengurusi harta anaknya yang masih kecil dan demi kebaikannya, apabila si bapak orang yang bisa dipercaya dan jujur. Jika demikian tidak boleh bagi seorang hakim untuk melarangnya.
(Al Ijma, juz 1/83-85)
@semua orang
Labels: Fiqih

Thanks for reading BAB : HUKUM WASIAT YANG DISEPAKATI ULAMA. Please share...!

0 Komentar untuk "BAB : HUKUM WASIAT YANG DISEPAKATI ULAMA"

Back To Top