BAB : HUKUM FARA'IDH [WARIS] YANG DISEPAKATI ULAMA - (3)
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
BAB : HUKUM FARA'IDH [WARIS] YANG DISEPAKATI ULAMA - (3)
Sebelumnya 👇 :
https://www.facebook.com/share/p/16jsWDz4ud/
🌿 Ibnul Mundzir al-Naisaburi berkata :
اتفق العلماء على أنه لا يمنعه جدٌّ من الميراث إلا الأب.اتفق العلماء على أن الجدّ بمنزلة الأب.اتفق العلماء على أن الخال لا يرث إذا كان له ولد وأب.اتفق العلماء على أن الجدّ يمنع الخال من الميراث بقدر الأب.اتفق العلماء على أن من ترك ولدًا وأبًا (جدًّا)، فإن للأب النصف، وللولد الباقي. وكذلك الجدّ والولد كما هو الحال في الأب والولد. اتفق العلماء على أن للجد ثلثًا مع وجود ورثة آخرين، كالأب، حتى لو أصبح أولًا (زيادةً في الفرض ونقصًا في نصيب الورثة).اتفق العلماء على أن للأب ثلثًا مع وجود أولاد، وكذلك للجد ثلثًا مع أولاده.اتفق العلماء على أن الميت إذا لم يكن له ورثة، فإن ماله لأصحابه.اتفق العلماء على أن من مات وترك أمًا وزوجة وأولادًا، أبناءً وبنات، فإن ماله يقسم بينهم حسب نصيب كل منهم. اتفق العلماء على أن من قتل نفسًا عمدًا لا يرث مال من قتله، ولا يرث شيئًا من الغرامة. اتفق العلماء على أن من قتل نفسًا عمدًا لا يرث شيئًا من الغرامة.اتفق العلماء على أن الطفل كوالديه في حالته الشرعية. فإن كان كلاهما مسلمين، وجب عليه الشرع. وإن كان كلاهما مشركًا، وجب عليه الشرك. يرث الطفل من والديه، كما يرث الوالدان من ولدهما. وتُقدر دية القتل بقدر الوالدين.اتفق العلماء على أن من مات وزوجته حامل، يرث الجنين في بطنها، ويرث إن ولد حيًا وبكى. اتفق العلماء على أن من قال: هذا الجنين ابني، ولم يثبت نسبه له، فإنه يُنسب إليه بإقراره.اتفق العلماء على أن من بلغ، إذا قال لرجل بالغ: هذا ابني، فقد أقرّ بأن الجنين ابنه، وليس له نسب يثبت نسبه إليه.اتفق العلماء على أن من قالت: هذا الجنين ابني، فلا يُعتمد على قولها إلا بدليل، لأن أقوالها ليست كأقوال الرجال.إلا إسحاق الذي زعم قبول إقرار المرأة.اتفق العلماء على أن المتحول جنسيًا يرث بحسب بوله. فإن بول كالرجل، كان ميراثه على قاعدة الرجال، وإن بال كالمرأة، كان ميراثه على قاعدة النساء. اتفق العلماء على أنه إذا ارتضى السيد تحرير عبده بأجرة معلومة، فإنه لا يجوز له استخدام عبده واستعباده إلا برضا منه.اتفق العلماء على أنه لا يجوز لصاحب العمل أخذ مال العبد إلا ما يملكه.
347. Para ulama bersepakat bahwa kakek tidak ada yang meng-halangi mendapatkan warisan kecuali bapak.
348. Para ulama bersepakat bahwa status kakek sama dengan bapak.
349. Para ulama bersepakat bahwa saudara dari ibu (paman) tidak akan mendapatkan warisan dengan adanya anak maupun bapak.
350. Para ulama bersepakat bahwa kakek menghalangi saudara dari ibu untuk mendapatkan warisan sebagaimana bapak.
351. Para ulama bersepakat apabila seseorang meninggalkan anak dan bapak (kakek), maka bapak mendapatkan ⅙ dan sisanya diambil oleh si anak. Demikian juga halnya yang berlaku atas kakek dengan anak sama dengan bapak dengan anak.
352. Para ulama bersepakat bahwa kakek mendapatkan ⅙ dengan adanya ahli waris lainnya sebagaimana bapak walaupun menjadi 'aul (bertambahnya jumlah bagian fardh dan berkurangnya nashib (bagian) para ahli waris.
353. Para ulama bersepakat bahwa bapak mendapatkan ⅙ jika ada anak. Demikian juga kakek mendapatkan ⅙ bersama anak.
354. Para ulama bersepakat apabila si mayit tidak ada ahli warisnya, maka hartanya milik 'ashabahnya.
355. Para ulama bersepakat bahwa anak mula'anah (orangtuanya menganggapnya anak hasil selingkuh) apabila ia wafat dan meninggalkan ibu, istri, anak baik laki-laki maupun perempuan, maka hartanya dibagikan kepada mereka sesuai dengan ketentuan masing-masing.
356. Para ulama bersepakat bahwa seseorang yang membunuh dengan sengaja, tidak mendapatkan warisan harta dari orang yang dibunuhnya dan juga dari uang dendanya.
357. Para ulama bersepakat bahwa orang yang salah membunuh tidak mendapatkan jatah warisan dari denda rugi.
358. Para ulama bersepakat bahwa status hukum anak sama dengan kedua orangtuanya, jika kedua muslim, maka hukumnya yang diterapkan kepada anaknya secara Islam. Namun jika keduanya musyrik, maka hukum yang diterapkan adalah hukum kesyirikan. Ia mendapatkan warisan dari kedua orangtua, demikian juga orang tuanya mendapatkan warisan dari anaknya dan ketentuan ukuran diyatnya jika terbunuh disesuaikan ukuran orangtuanya.
359. Para ulama bersepakat apabila seorang yang meninggal sedangkan istrinya sedang hamil, maka anak dalam kandungannya itu mendapatkan warisan dan mewariskan kalau dilahirkan dalam keadaan hidup dan mengeluarkan suara tangisan.
360. Para ulama bersepakat apabila seseorang berkata, anak ini adalah anakku, sedangkan si anak tidak mempunyai nasab yang jelas yang dinisbatkan kepadanya, maka nasabnya dinisbatkan kepadanya atas pengakuannya.
361. Para ulama bersepakat seandainya ada seorang laki-laki yang baligh berkata kepada laki-laki baligh lainnya, ini adalah anakku, laki-laki mengakui perihal status anak itu adalah anaknya. Sedangkan ia tidak mempunyai nasab yang jelas-jelas ada hubungan dengan anak itu.
362. Para ulama bersepakat apabila seorang wanita berkata, anak ini adalah anakku. Perkataannya tidak bisa dipercaya kecuali ia memberikan bukti atas ucapannya tersebut, karena kedudukannya tidak sama dengan laki-laki. Kecuali Ishaq yang berpendapat, pengakuan seorang wanita diterima.
363. Para ulama bersepakat bahwa waria mendapatkan warisan dengan melihat bagaimana ia kencing, kalau ia kencing seperti laki-laki, maka bagian warisan mengikuti aturan laki-laki. Kalau ia kencing seperti perempuan, maka bagian warisannya mengikuti aturan wanita.
364. Para ulama bersepakat jika seorang majikan berbuat perjanjian memerdekakan budaknya dengan nilai/bayaran tertentu, maka si majikan dilarang memperkerjakan dan menjadikannya pelayannya kecuali dengan keridhaannya.
365. Para ulama bersepakat bahwa majikan tidak boleh mengambil hartanya kecuali apa yang dimilikinya.
(Al Ijma, juz 1/78-80)
@semua orang