Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
DOKUMENTASI HASIL TANYA JAWAB DI GRUP
MENURUT 4 MADZHAB (782)
By : Perpustakaan Hadits
TEMA : "Shalat gerhana bulan sama dengan shalat gerhana matahari"
🍀PERTANYAAN DARI
Khalim Halim
Apakah shalat gerhana bulan sama seperti Shalat gerhana matahari ?
🍀DIJAWAB OLEH
✅1. Vitha Finalia
Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Sama.
Yaitu dilakukan dengan berjamaah.
Menurut pendapat Syafi'i, bahwa shalat gerhana bulan dilakukan secara berjamaah sama seperti shalat gerhana matahari.
Ibnu Rusyd berkata :
الْمَسْأَلَةُ الخَامِسَةُ وَاخْتَلَفُوا فِي كُسُوفِ الْقَمَرِ: فَذَهَبَ الشَّافِعِيُّ إِلَى أَنَّهُ يُصَلَّى لَهُ فِي جَمَاعَةٍ، وَعَلَى نَحْوِ مَا يُصَلَّى فِي كُسُوفِ الشَّمْسِ، وَبِهِ قَالَ أَحْمَدُ وَدَاوُدُ وَجَمَاعَةٌ. وَذَهَبَ مَالِكٌ وَأَبُو حَنِيفَةَ إِلَى أَنَّهُ لَا يُصَلَّى لَهُ فِي جَمَاعَةٍ، وَاسْتَحَبّوا أَنْ يُصَلِّيَ النَّاسُ لَهُ أَفْذَاذًا رَكْعَتَيْنِ كَسَائِرِ الصَّلَوَاتِ النَّافِلَةِ.
Masalah kelima :
Shalat Gerhana Bulan.
Para ulama berbeda pendapat tentang gerhana bulan.
👉 Syafi'i berpendapat, shalat gerhana bulan dilakukan secara berjamaah seperti halnya shalat gerhana matahari. Pendapat serupa juga dikemukakan oleh Ahmad, Daud dan Jamaah ulama.
👉 Malik dan Abu Hanifah berpendapat shalat gerhana bulan tidak dilakukan secara berjamaah dan dianjurkan untuk dilakukan secara mandiri (sendiri-sendiri) sebanyak dua rakaat, seperti shalat nafilah lainnya.
(Bidayatul Mujtahid, juz 1/224)
✅2. Rina Leriyani I
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Menurut Syafi'i dan Hambali , shalat gerhana bulan sama seperti halnya gerhana matahari.
Wahbah Az Zuhaili berkata
قال الحنفية : تصلى صلاة الخسوف ركعتين أو أربعاً فرادى، كالنافلة، في المنازل.
وقال المالكية : يندب لخسوف القمر ركعتان جهراً كالنوافل بقيام وركوع فقط على العادة.
وقال الشافعية والحنابلة [4]: صلاة الخسوف كالكسوف، بجماعة، بركوعين وقيامين وقراءتين وسجدتين في كل ركعة، لكنها تؤدى جهراً لا سراً عند الشافعية، كما هو المقرر فيهما عند الحنابلة، لقول عائشة:
«إن النبي صلّى الله عليه وسلم جهر في صلاة الخسوف بقراءته، فصلى أربع ركعات في ركعتين، وأربع سجدات»
Hanafi mengatakan, shalat gerhana bulan boleh dilakukan dengan dua rakaat atau empat dengan sendiri-sendiri, seperti shalat sunnah lainnya, dan di rumah.
Maliki berpendapat, dianjurkan untuk shalat gerhana bulan dua rakaat dengan suara keras seperti shalat sunnah dengan satu diri dan ruku saja seperti biasanya.
Adapun Syafi'i dan Hambali berpendapat, shalat gerhana bulan seperti halnya gerhana matahari, dengan berjamaah, dua ruku, dua diri, dua kali bacaan, dan dua sujud dalam setiap rakaatnya. Kemudian, dilakukan dengan suara keras tidak pelan menurut Syafi'i, seperti itu juga ditetapkan oleh Hambali. Berdasarkan perkataan Aisyah r.a
"Nabi ﷺ mengeraskan suaranya ketika melakukan shalat gerhana bulan. Beliau melakukan empat ruku dalam dua rakaat, juga empat sujud."
(Alfiqhul islam wa adilatuhu juz II/409)
✅3. Isrini Madiun Rinrin
Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh.
Sama.
Shalat Gerhana Bulan cara melakukannya adalah sama seperti Shalat Gerhana Matahari.
Ibnu Qasim mengatakan :
(فصل): وصلاة الكسوف للشمس وصلاة الخسوف للقمر كل منهما (سنة مؤكدة فإن فاتت) هذه الصلاة (لم تقض) أي لم يشرع
قضاؤها(ويصلي لكسوف الشمس وخسوف القمر ركعتين) يحرم بنية صلاة الكسوف، ثم بعد الافتتاح والتعوّذ يقرأ الفاتحة، ويركع ثم يرفع رأسه من الركوع، ثم يعتدل ثم يقرأ الفاتحة ثانياً، ثم يركع ثانياً أخف من الذي قبله، ثم يعتدل ثانياً ثم يسجد السجدتين بطمأنينة في الكل، ثم يصلي ركعة ثانية بقيامين وقراءتين وركوعين، واعتدالين وسجودين وهذا معنى قوله (في كل ركعة) منهما (قيامان يطيل القراءة فيهما) كما سيأتي.(و) في كل ركعة (ركوعان يطيل التسبيح فيهما دون السجود) فلا يطوله، وهذا أحد وجهين، لكن الصحيح أنه يطوله نحو الركوع الذي قبله(ويخطب) الإمام (بعدهما) أي بعد صلاة الكسوف والخسوف (خطبتين) كخطبتي الجمعة في الأركان والشروط، ويحث الناس في الخطبتين على التوبة من الذنوب، وعلى فعل الخير من صدقة وعتق ونحو ذلك (ويسرّ) بالقراءة (في كسوف الشمس ويجهر) بالقراءة (في خسوف القمر) وتفوت صلاة كسوف الشمس بالانجلاء للمنكسف وبغروبها كاسفة، وتفوت صلاة خسوف القمر بالانجلاء وطلوع الشمس لا بطلوع الفجر ولا بغروبه خاسفاً فلا تفوت الصلاة.
(Fasal) sholat gerhana matahari dan sholat gerhana rembulan, masing-masing dari keduanya hukumnya adalah sunnah muakkad.
Jika sholat ini telah ditinggalkan, maka tidak diqadla’, maksudnya tidak disyariatkan untuk mengqadla’nya.
Sunnah melakukan sholat dua rakaat karena gerhana matahari dan gerhana rembulan.
Yaitu :
- Melakukan takbiratul ihram dengan niat sholat gerhana.
- Kemudian setelah membaca doa iftitah dan ta’awudz,
- Membaca surat Al Fatihah,
- Ruku’,
- Kemudian mengangkat kepala dari ruku’,
- Lalu i’tidal,
- Membaca surat Al Fatihah yang kedua,
- Kemudian ruku’ kedua yang lebih cepat daripada ruku’ sebelumnya,
- Lalu i’tidal kedua,
- Kemudian sujud dua kali dengan melakukan thuma’ninah di masing-masing dari keduanya. - - Kemudian melakukan rakaat yang kedua dengan dua kali berdiri, dua kali bacaan Al Fatihah, dua ruku’, dua i’tidal dan dua kali sujud.
Dan ini adalah makna dari perkataan mushannif, “di masing-masing rakaat dari kedua rakaat tersebut terdapat dua kali berdiri dengan memanjangkan bacaan di keduanya seperti keterangan yang akan datang.
Dan di masing-masing rakaat terdapat dua kali ruku’ dengan memanjangkan bacaan tasbihnya tidak saat melakukan sujud, maka ia tidak memanjangkan bacaan tasbih sujudnya. Ini adalah salah satu dari dua pendapat.
Akan tetapi menurut pendapat yang shahih, bahwa sesungguhnya ia dianjurkan memanjangkan bacaan tasbih sujudnya seukuran panjangnya bacaan tasbih ruku’ sebelumnya.
Khutbah Gerhana
Setelah sholat gerhana matahari dan rembulan, seorang imam dianjurkan melakukan khutbah dua kali seperti dua khutbah sholat Jum’at di dalam rukun-rukun dan syarat-syaratnya.
Di dalam kedua khutbahnya, ia mendorong manusia agar bertaubat dari segala dosa-dosa dan melakukan kebaikan berupa sedekah, memerdekakan budak dan sesamanya.
Seorang imam sunnah memelankan bacaannya saat sholat gerhana matahari, dan
Mengeraskan bacaan saat sholat gerhana bulan.
Waktu pelaksanaan sholat gerhana matahari telah habis sebab gerhana telah selesai (matahari kembali seperti semula) dan sebab matahari terbenam dalam keadaan gerhana.
Dan waktu pelaksanaan sholat gerhana rembulan telah habis sebab rembulan telah kembali normal dan sebab terbitnya matahari, tidak sebab terbitnya fajar dan tidak sebab rembulan terbenam dalam keadaan gerhana, maka waktu pelaksanaannya belum habis.
( Fathul Qarib, juz 1/ 252 )
@sorotan