وَإِنَّ الأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا، إِنَّمَا وَرَّثُوا العِلْمَ، فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ» [رواه أبو داود (٣٦٤١)، والترمذي (٢٦٨٢)، وصحَّحه الألباني في «صحيح أبي داود» (٣٦٤١)].

💖 BAB : HUKUM NIKAH YANG DISEPAKATI ULAMA - (1)

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
💖 BAB : HUKUM NIKAH YANG DISEPAKATI ULAMA - (1)

🌿 Ibnul Mundzir al-Naisaburi berkata :

اتفق العلماء على أنه لا يجوز للأب أن يتزوج ابنته الأرملة إلا برضاها. اتفق العلماء على جواز تزويج الأب لابنته الصغيرة من رجل مساوي لها في السن.اتفق العلماء على جواز تزويج الأب لابنه القاصر.اتفق العلماء على أنه لا يجوز للأب الكافر أن يكون وليًا لابنته المسلمة.اتفق العلماء على جواز منع الزوجة زوجها من الوطء حتى يعطيها مهرها.اتفق العلماء على أن للحاكم حق الزواج من المرأة إذا تزوجت من رجل مساوي لها، ولم يرغب وليها في الزواج منها.اتفق العلماء على أنه إذا تزوج فارسي غير عربي أمة وأنجب منها ولدًا، فإن أولاده يكونون في حكم العبيد.اتفق العلماء على أنه إذا عتقت أمة وهي متزوجة من عبد، فلها حق الاختيار. اتفق العلماء على أن أحكام قطع خصيتي الرجل في ستر عورته أثناء الصلاة والإمامة، ولباس الإحرام، ونصيبه من الميراث، ومقدار نصيبه من الغنائم، هي أحكام الرجل. اتفق العلماء على أنه إذا تزوج الرجل مقطوع خصيتيه بامرأة دون علمها، ثم علم، فلها حق الاختيار. اتفق العلماء على أن الرجل إذا عقد نكاحًا، لا يصبح مشنوقًا إلا بعد أن يجامع زوجته.اتفق العلماء على أنه إذا شهد الزوجان على وقوع الجماع بينهما، يُسمى كلاهما محششًا.اتفق العلماء على أنه إذا خان أحدٌ زوجته وعاشرها مدةً، مات الزوج أو الزوجة. فلا يُحكم على أحدهما الذي لا يزال على الزنا بالرجم حتى يُقرّ بوقوعه.اتفق العلماء على حرمة زواج الرجل من أمه. اتفق العلماء على أنه إذا تزوج الرجل ثم طلق زوجته، أو ماتت قبله، جاز له الزواج من ابنة زوجته إذا كانت بينهما علاقة.وروي عن علي بن أبي طالب أنه خالف هذه الآراء، كأنه يُرخص إذا لم تكن زوجته وأولاده تحت وصايته، وكانوا في مكان آخر.

389. Para ulama bersepakat tidak boleh hukumnya seorang bapak menikahkan anaknya yang janda tanpa persetujuannya.

390. Para ulama bersepakat boleh hukumnya bagi seorang bapak menikahkan anak gadisnya yang masih kecil dengan laki-laki yang setaraf.

391. Para ulama bersepakat boleh bagi seorang bapak menikahkan anak laki-lakinya yang masih kecil.

392. Para ulama bersepakat tidak boleh hukumnya bagi seorang bapak yang kafir untuk menjadi wali bagi anak perempuannya yang muslimah.

393. Para ulama bersepakat boleh hukumnya bagi seorang istri melarang (menolak) suaminya dari menggaulinya sampai ia memberikan maharnya.

394. Para ulama bersepakat bahwa penguasa berhak menikahkan seorang wanita jika ia menikah dengan laki-laki yang sekufu (setara) namun walinya tidak mau menikahkannya.

395. Para ulama bersepakat apabila orang persia non-Arab menikah dengan budak wanita, lalu mempunyai anak, maka anak-anaknya berstatus budak.

396. Para ulama bersepakat apabila budak wanita dimerdekakan sedangkan ia bersuamikan seorang budak, maka ia berhak menentukan pilihannya.

397. Para ulama bersepakat bahwa hukum-hukum yang berkaitan dengan laki-laki yang terpotong zakarnya dalam masalah menutup aurat dalam shalat dan menjadi imam, apa-apa yang dipakai ketika berihram, bagian warisan dan berapa sahamnya dari harta rampasan perang sama hukumnya dengan laki-laki.

398. Para ulama bersepakat apabila laki-laki yang terpotong zakarnya menikah dengan seorang wanita tanpa sepengetahuan wanita, kemudian ia mengetahui, maka pihak wanita berhak menentukan pilihan.

399. Para ulama bersepakat apabila seorang laki-laki melangsungkan akad nikah, maka ia tidak langsung menjadi mushan (dianggap menikah) hingga ia bersenggama dengan istrinya.

400. Para ulama bersepakat apabila pasangan suami istri mendatangkan saksi atas ketetapan keduanya sudah melakukan senggama, maka keduanya disebut muhshan.

401. Para ulama bersepakat apabila seseorang telah menggauli istrinya dan tinggal serumah beberapa waktu, kemudian si suami atau istri wafat. Lalu salah satu di antara kedua yang masih hidup berzina, ia tidak dihukum rajam sampai ia mengaku telah melakukan senggama dengan istrinya.

402. Para ulama bersepakat haram hukumnya bagi seseorang menikah dengan ibunya.

403. Para ulama bersepakat apabila seseorang menikah lalu ia menceraikan istrinya, atau istrinya wafat sebelum berhubungan suami-istri, maka halal baginya menikah dengan anak perempuan istrinya.Diriwayatkan dari Ali bin Abu Thalib pendapat berbeda dengan semua pendapat tersebut seakan-akan ia memberikan dispensasi apabila si anak istri tidak dibawah didikannya dan berada di tempat lain.
(Al Ijma, juz 1/86-87)
@semua orang
Labels: Fiqih

Thanks for reading 💖 BAB : HUKUM NIKAH YANG DISEPAKATI ULAMA - (1). Please share...!

0 Komentar untuk "💖 BAB : HUKUM NIKAH YANG DISEPAKATI ULAMA - (1)"

Back To Top