Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
DOKUMENTASI HASIL TANYA JAWAB DI GRUP
MENURUT 4 MADZHAB (783)
By : Perpustakaan Hadits
TEMA : "Hukum berburu"
🍀PERTANYAAN DARI
Khalim Halim
Apa hukum berburu ?
🍀DIJAWAB OLEH
✅1. Rina Leriyani I
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Hukum berburu adalah mubah asal bukan di tanah haram Mekah , jika untuk bersenang senang maka makruh ,
Wahbah Az Zuhaili berkata
حكم الصيد: الاصطياد مباح لقاصده إجماعاً في غير حرم مكة وحرم المدينة، لغير المحرم بحج أو عمرة. ويؤكل المصيد إن كان مأكولاً شرعاً لقوله تعالى: {وإذا حللتم فاصطادوا} [المائدة:5/ [2]] أمر بعد حظر، فيفيد الإباحة. ولقوله سبحانه: {وحرم عليكم صيد البر ما دمتم حرماً} [المائدة:5/ 96]
---
ويكره الصيد لهواً، لأنه عبث لقوله عليه السلام: «لا تتخذوا شيئاً فيه الروح غرضاً» أي هدفاً «من قتل عصفوراً عبثاً، عج إلى الله يوم القيامة يقول: يارب، إن فلاناً قتلني عبثاً، ولم يقتلني منفعة» . وهو حرام إن كان فيه ظلم الناس بالعدوان على زروعهم وأموالهم؛ لأن الوسائل لها أحكام المقاصد
Hukum berburu adalah mubah, asalkan bukan di Tanah Haram Mekah dan Madinah bagi yang bukan muhrim haji atau umrah. Hewan buruan boleh dimakan, karena Allah telah berfirman dalam Al-Qur'an yang artinya,
"... Tetapi apabila kamu telah menyelesaikan ihram, maka bolehlah kamu berburu...."
(al-Maa'idah: 2)
Ayat ini merupakan perintah setelah didahului dengan pelarangan sehingga mengandung arti mubah. Dalam ayat lain, Allah juga berfirman yang artinya,
"Dihalalkan bagimu hewan buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) hewan darat, selama kamu sedang ihram. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikumpulkan (kembali)."
(al-Maa'idah: 96)
---
Hukum berburu makruh jika hanya untuk bersenang-senang yang termasuk lahwu karena Rasulullah ﷺ bersabda, "Janganlah engkau menjadikan seekor hewan sebagai sasaran. Siapa saja yang membunuh burung pipit hanya untuk main-main, maka nanti burung itu pada hari Kiamat akan berteriak, "Ya Allah, orang ini telah membunuhku secara sia-sia tanpa memanfaatkannya." Pembunuhan hewan hanya karena main-main ini hukumnya haram.
(Alfiqhul islam wa adilatuhu juz III/691-692)
✅2. Vitha Finalia
Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Hukum berburu adalah Mubah.
Berburu di laut boleh dalam keadaan apapun begitu pula dengan berburu di darat, kecuali dalam keadaan ihram.
Sayyid sabiq berkata :
وهو مباح، أباحه الله سبحانه بقوله: " وإذا حللتم فاصطادوا ". والصيد مباح كله، ما عدا صيد الحرم، فقد تقدم الكلام عليه في باب الحج. وصيد البحر جائز في كل حال، وكذلك صيد البر، إلا في حالة الاحرام.
Berburu hukumnya mubah. Allah membolehkan berburu sebagaimana dalam firmannya :
"Dan apabila kamu menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah kamu berburu."
(Qs. Al - Maidah, Ayat 2)
Semua buruan dibolehkan kecuali buruan bagi orang-orang yang berihram. Hal ini telah diulas dalam bahasan terdahulu mengenai ibadah haji. Buruan di laut boleh dalam keadaan apapun demikian pula dengan buruan di darat, kecuali dalam keadaan ihram.
(Fiqhus Sunnah, Juz 3/185)
✅3. Isrini Madiun Rinrin
Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh.
Hukumnya adalah diperbolehkan
( mubah ).
Diperbolehkan, maksudnya adalah halal berburu.
Allah berfirman :
وَإِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوا.
Apabila kalian telah bertahallul, silahkan berburu.
(QS. Al-Maidah ayat 2)
Ibnu Qasim berkata :
(ويجوز) أي يحل (الاصطياد) أي أكل المصاد (بكل جارحة معلمة من السباع) وفي بعض النسخ من سباع البهائم كالفهد والنمر والكلب (ومن جوارح الطير) كصقر وباز في أي موضع كان جرح السباع والطير. والجارحة مشتقة من الجرح وهو الكسب.
Berburu.
Diperbolehkan, maksudnya halal berburu, maksudnya memakan binatang yang diburu dengan setiap binatang buas yang telah terlatih.
Dalam sebagian redaksi dengan menggunakan bahasa, “dari binatang buas pemburu binatang ternak”, seperti macan kumbang, macan tutul, dan anjing.
Dan burung-burung pemburu seperti burung elang dan rajawali, pada bagian manapun luka yang diakibatkan oleh binatang atau burung pemburu tersebut.
Al jarihah adalah lafadz yang tercetak dari lafadz “al jurh” yang bermakna berburu.
( Fathul Qarib, juz 2/377 )
Labels:
Fiqih
Thanks for reading Apa hukum berburu ?. Please share...!
0 Komentar untuk "Apa hukum berburu ?"