Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
💝 BAB : HUKUM NIKAH YANG DISEPAKATI ULAMA - (2)
Sebelumnya 👇:
https://www.facebook.com/share/p/1FTKhoEJ6R/
🌿 Ibnul Mundzir al-Naisaburi berkata :
اتفق العلماء على أن الرجل إذا تزوج امرأة، فإنها تُحرم على أبيه وابنه، سواءً وطئها أم لا. وكذلك تُحرم على أجداده وأحفاده، من أبنائه وبناته، إلى الأبد.كما يُحرم ذريته، ذكورًا وإناثًا. في هاتين الآيتين، لم يذكر الله عبارة "بعد الجماع"، فحكم المحرم شرعًا يعود إلى العقد والملك، وحكم الرضيع كالمولود من النسب.اتفق العلماء على أن من اشترى أمة، ثم لمسها وقبلها، فإنها تُحرم على ابنها وأبيها.اتفق العلماء على أن من عقدت نكاحًا تُحرم على أبيها وولدها.اتفق العلماء على أن بيع الأمة لا يحرمها على أبيها وولدها (سيدهم).اتفق العلماء على أن من وطئ امرأة في نكاح فاشل، فإنها تحرم على أولاده وأبيه وجده وأحفاده.اتفق العلماء على عدم جواز نكاح أختين في عقد واحد.اتفق العلماء على جواز عقد البيع بين أمتين أختين.اتفق العلماء على عدم جواز وطء الأمتين الأختين، إلا ابن عباس، فقد جادل بأن كليهما جائز في القرآن ومحرم في القرآن. وهذا رأي عثمان وعلي رضي الله عنهما.
اتفق العلماء على عدم جواز تعدد الزوجات للمرأة مع خالاتها أو عماتها، أو مع قاصر وامرأة بالغة، أو مع امرأة بالغة وامرأة قاصرة.اتفق العلماء على أنه إذا طلق الرجل زوجته طلاقًا رجعيًا، فلا يجوز للزوج الزواج من أخت زوجته أو من زوجة رابعة حتى انقضاء عدتها.اتفق العلماء على أن المرأة إذا فقدت زوجها ولم يُعرف مكانه، فإنها تُنفق من ماله في عدتها بعد أربع سنوات وأربعة أشهر وعشرة أيام.اتفق العلماء على أن المرأة إذا فقدت زوجها ثم تزوجت وأنجبت ولدًا، فإن نسبه يكون مع زوجها، إلا النعمان، فإنه يرى أن نسبه يكون مع الزوج الأول لأنه صاحب الفراش.اتفق العلماء على أنه إذا كان الزوج أسيرًا، فلا تتزوج زوجته حتى تُعرف حقيقة وفاته ما دام مسلمًا.اتفق العلماء على أن المحرم هو كون لبن الإنسان من جنسه.اتفق العلماء على أنه إذا كانت هناك فتاة غير متزوجة تفرز اللبن وترضع طفلًا، فإن الطفل يصبح ولدًا له، طفلًا بلا أب لأنه رضع.اتفق العلماء على أنه إذا شرب طفلان لبنًا من الماشية، فلا يقال إنهما أختان من الرضاعة.اتفق العلماء على أن لبن الزوجة الأولى ينقطع عن الزوجة الثانية (لا ينطبق).
404. Para ulama bersepakat apabila seorang laki-laki menikah dengan seorang wanita, maka wanita (istri) itu haram bagi bapaknya, anaknya baik sudah ia menggaulinya atau belum. Demikian juga diharamkan bagi kakek-kakeknya, cucunya dari anak laki-lakinya atau perempuannya selama-lamanya.
Diharamkan juga keturunannya baik dari anak laki maupun perempuan. Pada dua ayat tersebut Allah tidak menyebutkan kalimat "setelah melakukan hubungan suami-istri", maka status hukum haram itu karena akad dan kepemilikan dan hukum anak yang disusui sama dengan anak karena nasab.
405. Para ulama bersepakat apabila seseorang membeli budak wanita, lalu ia pegang dan dicium, maka budak itu diharamkan atas anak dan bapaknya.
406. Para ulama bersepakat bahwa seorang yang sudah melakukan akad nikah, maka ia diharamkan atas bapaknya dan anaknya.
407. Para ulama bersepakat bahwa akad jual-beli yang dilakukan oleh budak wanita, tidak menjadikannya haram atas bapak dan anaknya (majikan).
408. Para ulama bersepakat apabila seseorang menggauli wanita dalam pernikahan yang rusak, maka wanita itu diharamkan bagi anaknya, bapaknya, kakek dan cucu-cucunya.
409. Para ulama bersepakah tidak boleh menikah dengan dua orang wanita yang bersaudara dengan satu akad.
410. Para ulama bersepakat bahwa akad jual-beli yang dilakukan dua orang budak wanita bersaudara boleh hukumnya.
411. Para ulama bersepakat tidak boleh menggauli dua orang budak wanita yang bersaudara. Kecuali Ibnu Abbas yang berpendapat, keduanya dihalalkan oleh Al-Qur'an dan di-haramkan juga oleh Al-Qur'an. Dan inilah pendapat Utsman dan 'Ali Radhiyallahu 'Arhu.
412. Para ulama bersepakat bahwa tidak boleh seorang wanita dipoligami dengan bibinya baik yang dari ayah maupun ibunya, dan juga wanita yang masih kecil dengan wanita yang sudah besar dan wanita yang sudah besar dengan yang masih kecil.
413. Para ulama bersepakat apabila seseorang menceraikan istrinya dengan talak raj'i (bisa rujuk) maka si suami tidak boleh menikah dengan saudari istri atau menikah dengan istri keempat sampai masa 'iddahnya habis.
414. Para ulama bersepakat apabila suami seseorang hilang tidak diketahui keberadaannya, maka ia dinafkahi dari harta suaminya selama masih 'iddah setelah empat tahun empat bulan sepuluh hari.
415. Para ulama bersepakat bahwa seorang istri kehilangan suaminya, lalu si istri menikah lagi dan melahirkan anak, maka nasab itu kepada yang suami yang dinikahinya. Kecuali An-Nu'man yang berpendapat, anak itu dinasabkan kepada suami yang pertama karena dia pemilik kasurnya (ayah biologisnya).
416. Para ulama bersepakat apabila seorang suami menjadi tawanan perang, maka istrinya tidak boleh dinikahi hingga diketahui dengan sebenar-sebenarnya kematian suaminya selama ia tetap menjadi seorang muslim.
417. Para ulama bersepakat bahwa yang diharamkan karena sesusuan sama dengan nasab.
418. Para ulama bersepakat apabila ada seorang gadis yang belum menikah, lalu ia mengeluarkan ASI dan menyusui seorang anak, maka anak itu menjadi anaknya, anak tanpa bapak karena disusuinya.
419. Para ulama bersepakat apabila dua orang bayi minum susu hewan ternak, maka ia tidak dikatakan saudara sesusuan.
420. Para ulama bersepakat bahwa ASI dari istri pertama terputus dari istri yang kedua (tidak berlaku).
(Al Ijma, juz 1/89-91)
@semua orang
Labels:
Fiqih
Thanks for reading 💝 BAB : HUKUM NIKAH YANG DISEPAKATI ULAMA - (2). Please share...!
0 Komentar untuk "💝 BAB : HUKUM NIKAH YANG DISEPAKATI ULAMA - (2)"