Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
DOKUMENTASI HASIL TANYA JAWAB DIGRUP MENURUT 4 MADZHAB (753)
By : Perpustakaan Hadits
💦 TEMA : HUKUM SHALAT DUDUK SAMBIL BERSANDAR
💦 PERTANYAAN :
Senja
Ketika sedang sakit dan mampu hanya duduk saja, apakah boleh posisi duduknya sambil bersandar❓
💦 DIJAWAB OLEH :
👉 Vitha Finalia
Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Tergantung.
Apabila dia mampu duduk dengan tidak bersandar, maka dia harus duduk saja.
Apabila ia tidak mampu, tanpa bersandar maka dia boleh melaksanakan shalat dalam posisi duduk dan bersandar pada sesuatu.
Syaikh Abdurrahman Al-Juzairi berkata :
إذا كان الإنسان قادرا على القيام ولو لتكبيرة الإحرام فإنه يقوم حسب استطاعته، ثم بعد ذلك يكمل صلاته جالسا.ويجب عليه أيضًا أن يصلي جالسًا دون أن يتكئ على شيء، فإن استطاع ذلك، فإن لم يستطع، فليصلِّ جالسًا متكئًا على شيء، ولكن لا يجوز له الاستلقاء ما دام قادرًا على الجلوس.
Apabila seseorang mampu untuk berdiri meskipun hanya untuk melakukan takbiratul ihram, maka dia harus berdiri sesuai kemampuannya, lalu setelah itu dia melanjutkan shalatnya dalam keadaan duduk.
Namun melakukan shalat dengan cara duduk juga harus tanpa bersandar pada sesuatu. Apabila dia mampu seperti itu, namun jika tidak maka dia boleh melaksanakan shalat dalam posisi duduk dan bersandar pada sesuatu, namun dia tidak boleh berbaring selama masih mampu untuk duduk seperti itu.
(Al Fiqh ala Al-Madzhab ala Arbaah, juz 1/266)
👉 Rina Leriyani I
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Menurut ulama syafi'iyah dan Hanabilah ,shalat sambil bersandar ke dinding atau yang sejenisnya hukumnya makruh jika tanpa uzur.
Wahbah Az Zuhaili berkata
قال الشافعية والحنابلة: يكره الاستناد إلى جدار أو نحوه مما يسقط بسقوطه إذا ظل قائماً، إلا لحاجة إليه، فلا يكره معها؛ لأن النبي صلّى الله عليه وسلم «لما أسنَّ وأخذه اللحم، اتخذ عموداً في مصلاه يعتمد عليه». فإن سقط المصلي لو أزيل، أو كان يمكنه رفع قدميه عن الأرض، بطلت صلاته؛ لأنه بمنزلة غير القائم.ويكره الاعتماد على يده في جلوسه، لقول ابن عمر: «نهى النبي صلّى الله عليه وسلم أن يجلس الرجل في الصلاة وهومعتمد على يده»
Ulama Syafi'iyyah dan Hanabilah berkata, "Makruh hukumnya shalat sambil bersandar pada dinding atau sejenisnya yang jika sandaran itu diambil membuatnya terjatuh, Boleh bersandar dan hukumnya tidak makruh jika memang benar-benar membutuhkan karena Rasulullah sendiri shalat sambil bersandar pada tiang ketika sudah lanjut usia."
Jika sandaran yang digunakan itu diambil dan membuat orang yang bersandar jatuh, atau dengan bersandar dia mampu mengangkat salah satu kakinya, maka shalatnya batal karena posisinya tidak bisa dikatakan berdiri. Makruh juga hukumnya bertopang dengan tangannya ketika duduk karena Ibnu Umar berkata, "Rasulullah melarang seseorang duduk dalam shalat sambil bertopang dengan tangan."
(Alfiqhul islam wa adilatuhu juz II/968-969)
👉 Isrini
Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh.
Boleh shalat dengan posisi duduk dan bersandar sesuatu, jika memang ada udzur ( sedang sakit ). Shalatnya tetap sah.
Namun jika masih mampu, maka ia harus shalat dengan posisi duduk ( tanpa bersandar ).
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda :
صَلِّ قائماً، فإِن لم تستطع فقاعداً، فإِن لم تستطع فعلى جَنب.
“Shalatlah sambil berdiri, jika kamu tidak mampu maka dengan cara duduk, dan jika kamu tidak mampu maka dengan cara berbaring miring.”
(HR. Bukhari)
Imam An-Nawawi,
ويشترط في القيام، الانتصاب. وهل يشترط الاستقلال بحيث لا يستند؟ فيه أوجه: أصحها وهو المذكور في (التهذيب)، وغيره لا يشترط. فلو استند إلى جدار أو إنسان، بحيث لو رفع السناد لسقط، صحت صلاته مع الكراهة والثاني: يشترط، ولا يصح مع الاسناد عند القدرة بحال. والثالث: يجوز إن كان بحيث لو رفع السناد لم يسقط، وإلا، فلا.
"Disyaratkan dalam berdiri yaitu tegak lurus. Lalu apakah disyaratkan berdiri secara mandiri tanpa perantara apa pun? Dalam menanggapi permasalah ini terdapat beberapa pendapat.
Pendapat yang paling benar adalah pendapat yang dijelaskan dalam kitab At-Tahdzib dan kitab yang lain, bahwa tidak disyaratkan berdiri secara mandiri.
Jika seseorang bersandar pada tembok atau manusia sekiranya jika sandaran itu dihilangkan maka ia akan terjatuh, maka shalat yang ia laksanakan tetap sah besertaan terkena hukum makruh.
Pendapat kedua, disyaratkan berdiri secara mandiri, maka tidak sah shalatnya seseorang yang bersandar ketika ia masih mampu berdiri secara mandiri.
Pendapat ketiga, boleh bersandar sekiranya ketika sandaran dihilangkan maka ia terjatuh. Seandainya sandaran itu dihilangkan ia tidak terjatuh, maka tidak boleh baginya bersandar."
( Raudhah at-Thalibin, juz 1/ 233)
Labels:
Fiqih
Thanks for reading Ketika sedang sakit dan mampu hanya duduk saja, apakah boleh posisi duduknya sambil bersandar❓. Please share...!
0 Komentar untuk "Ketika sedang sakit dan mampu hanya duduk saja, apakah boleh posisi duduknya sambil bersandar❓"