وَإِنَّ الأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا، إِنَّمَا وَرَّثُوا العِلْمَ، فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ» [رواه أبو داود (٣٦٤١)، والترمذي (٢٦٨٢)، وصحَّحه الألباني في «صحيح أبي داود» (٣٦٤١)].

Bagaimana ya mengenai pengakuan bagi orang yang BISU dan BUTA, apabila melakukan perbuatan ZINA, apakah pengakuan nya dapat diterima dan dikenakan hukuman had ?

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
DOKUMENTASI HASIL TANYA JAWAB DIGRUP MENURUT 4 MADZHAB (723)
By : Perpustakaan Hadits

💜 TEMA : PENGAKUAN PERBUATAN ZINA BAGI ORANG BISU TIDAK DIJATUHKAN HUKUMAN HAD, DAN BAGI ORANG YANG BUTA DIJATUHKAN HUKUMAN HAD.

💜 PERTANYAAN : 

 Fitroh Handianto 

Bagaimana ya mengenai pengakuan bagi orang yang BISU dan BUTA, apabila melakukan perbuatan ZINA, apakah pengakuan nya dapat diterima dan dikenakan hukuman had ?

💜 DIJAWAB OLEH :

Vitha Finalia 

Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

👉 Bagi orang yang bisu, apabila mengaku berbuat zina melalui tulisan atau isyarat meskipun itu bisa dipahami, tidak ditegakkan had atasnya, karena adanya syubhat tidak adanya keterangan secara jelas yang disampaikan dalam pengakuan dan kesaksian atas orang yang tidak bisa diterima. 

👉 Bagi orang yang buta, pengakuannya akan perbuatan zina yang dilakukannya dinyatakan sah dan dikenakan had atasnya. Dan, kesaksian atasnya pun sah dan diterima.

Syaikh Abdurrahman Al Juzairi berkata :

اتفق الأئمة على أن الأخرس إذا اعترف بالزنا بالكتابة أو الإشارة مع إمكانية فهم ذلك لم يقم عليه الحد، للشك في عدم وجود خبر صريح وواضح في الاعتراف.والشبهة تمنع الزاني من الإتيان بالحديث. واتفقوا أيضاً على أن شهادة الأخرس في الزنا لا تقبل، لأنه يحتمل الشك في الشهادة.وهذه حالة مختلفة بالنسبة للأشخاص المكفوفين. اتفق العلماء على أن اعتراف الأعمى بالزنا صحيح ويقام عليه الحد. والشهادة عليه صحيحة مقبولة.

Para Imam sepakat bahwa orang yang bisu apabila mengaku berbuat zina melalui tulisan atau isyarat dan itu bisa dipahami, tidak ditegakkan had atasnya, karena adanya syubhat tidak adanya keterangan secara jelas dan terang yang disampaikan dalam pengakuan. 

Dan syubhat itu menghindarkan had dari pelaku zina. Mereka juga sepakat bahwa kesaksian atas orang yang bisu berbuat zina tidak bisa diterima, karena ada kemungkinan dapat diklaimnya syubhat dalam kesaksian. 

Hal ini berbeda kasusnya dengan orang yang buta. Para ulama sepakat, bahwa pengakuan orang buta akan perbuatan zina dinyatakan sah dan dikenakan had atasnya. Dan, kesaksian atasnya pun sah dan diterima.
(Al Fiqh Ala Al-Madzhab Ala Arbaah, juz 5/189)
Labels: Fiqih

Thanks for reading Bagaimana ya mengenai pengakuan bagi orang yang BISU dan BUTA, apabila melakukan perbuatan ZINA, apakah pengakuan nya dapat diterima dan dikenakan hukuman had ?. Please share...!

0 Komentar untuk "Bagaimana ya mengenai pengakuan bagi orang yang BISU dan BUTA, apabila melakukan perbuatan ZINA, apakah pengakuan nya dapat diterima dan dikenakan hukuman had ?"

Back To Top