Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
DOKUMENTASI HASIL TANYA JAWAB DI GRUP
MENURUT 4 MADZHAB (734)
By : Perpustakaan Hadits
TEMA : "Nafkah bagi istri yang sudah di talak"
🍀PERTANYAAN DARI
Khalim Halim
Apakah seorang istri yang sedang menjalani Masa iddah tetap mendapatkan nafkah dari suami ?
🍀DIJAWAB OLEH
✅1. Rina Leriyani I
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Ditafsil,
Jika dia ditalak raj'i, maka diwajibkan untuknya nafkah dengan berbagai jenisnya yang berbeda,
Sedangkan jika dia di talak baa`in maka jika dia dalam keadaan hamil maka tetap wajib nafkah dengan berbagai jenisnya yang berbeda, sedangkan jika dia tidak hamil menurut madzhab mazhab Maliki dan Syafi'i hanya diwajibkan untuknya tempat tinggal saja,
Wahbah Az Zuhaili berkata
وأما نفقة المعتدة: فواجبة على الزوج حسب التفصيل الآتي:
1ً - إن كانت المعتدة مطلقة طلاقاً رجعياً: وجبت لها النفقة بأنواعها المختلفة من طعام وكسوة وسكنى، بالاتفاق؛ لأن المعتدة تعد زوجة ما دامت في العدة.
2ً - وإن كانت معتدة من طلاق بائن:
فإن كانت حاملاً، وجبت لها النفقة بأنواعها المختلفة بالاتفاق، لقوله تعالى: {وإن كن أولات حمل، فأنفقوا عليهن حتى يضعن حملهن} [الطلاق:6/ 65].
وإن كانت غير حامل: وجبت لها النفقة بأنواعها أيضاً عند الحنفية، بسب احتباسها في العدة لحق الزوج. ولا تجب لها النفقة في رأي الحنابلة؛ لأن فاطمة بنت قيس طلَّقها زوجها البتة، فلم يجعل لها رسول الله صلّى الله عليه وسلم نفقة ولا سكنى، وإنما قال: «إنما النفقة والسكنى للمرأة إذا كان لزوجها عليها الرجعة» . وتجب لها السكنى فقط في رأي المالكية والشافعية، لقوله تعالى: {أسكنوهن من حيث سكنتم من وُجدكم} [الطلاق:6/ 65] فإنه أوجب لها السكنى مطلقاً، سواء أكانت حاملاً أم غير حامل. ولا تجب لها نفقة الطعام والكسوة لمفهوم قوله تعالى: {وإن كن أولات حمل فأنفقوا عليهن حتى يضعن حملهن} [الطلاق:6/ 65] فدل بمفهومه على عدم وجوب النفقة لغير الحامل.
Sedangkan nafkah perempuan yang tengah menjalani masa iddah adalah harus dikeluarkan oleh suami sesuai dengan rincian berikut ini:
1. Jika dia ditalak raj'i, maka diwajibkan untuknya nafkah dengan berbagai jenisnya yang berbeda, yang terdiri makanan, pakaian, dan tempat tinggal, menurut kesepakatan fuqaha; karena perempuan yang tengah menjalani masa iddah ini adalah masih dianggap sebagai istri selama berada pada masa iddah.
2. Jika dia berada pada masa iddah talak baa`in:
Jika dia tengah berada dalam kondisi hamil, maka diwajibkan untuknya nafkah dengan berbagai jenisnya yang berbeda menurut kesepakatan fuqaha. Berdasarkan firman Allah "Dan jika mereka (istri-istri yang sudah ditalaq) itu sedang hamil, maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka bersalin."
(ath-Thalaaq: 6)
Jika dia tidak tengah hamil, maka diwajibkan untuknya nafkah juga dengan berbagai jenisnya menurut pendapat mazhab Hanafi, akibat tertahannya dia pada masa iddah demi hak suami.
Menurut mazhab Hambali tidak diwajibkan nafkah untuknya, karena Fatimah binti Qais ditalak oleh suaminya dengan talak tiga, maka Rasulullah ﷺ tidak menetapkan untuknya nafkah dan tempat tinggal. Hanya saja beliau berkata,
"Sesungguhnya nafkah dan tempat tinggal bagi si istri jika suaminya masih memiliki hak rujuk kepadanya."
Menurut pendapat mazhab Maliki dan Syafi'i hanya diwajibkan untuknya tempat tinggal saja, berdasarkan firman Allah "Tempatkanlah mereka (para istri) di mana kamu bertempat tinggal." (ath-Talaaq: 6).
Dia wajibkan untuk si istri tempat tinggal saja tanpa memedulikan apakah si istri dalam keadaan hamil ataupun tidak. Tidak diwajibkan untuknya nafkah makanan dan pakaian berdasarkan pemahaman firman Allah "Jika mereka (istri-istri yang sudah ditalaq) itu sedang hamil, maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka bersalin." Pemahaman ayat ini menunjukkan bagi ketidakwajiban pemberian nafkah bagi istri yang tidak hamil.
(Alfiqhul islam wa adilatuhu juz XI/658)
✅2. Vitha Finalia
Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Tergantung.
👉 Apabila di talak raji (talak 1 dan 2), maka masih berhak mendapat nafkah dari suaminya berupa tempat tinggal, pakaian, makan dan kebutuhan hidupnya yang lain. Baik saat ditalak itu ia sedang hamil atau tidak.
👉 Apabila sudah ditalak 3, maka harus diberi tempat tinggal tetapi tidak diberi nafkah kecuali jika ia hamil), dalam hal ini nafkah wajib baginya karena kehamilan, ini menurut pendapat yang benar. Dikatakan bahwa nafkah itu adalah untuk kehamilan.
يحق للمرأة المطلقة رجعيًا (الطلاق الأول والثاني) والتي تمر حاليًا بفترة العدة الحصول على نفقة من زوجها، سواءً كانت حاملًا وقت الطلاق أم لا.
Perempuan yang ditalak raj’i (talak 1 dan 2 ) dan sedang menjalani masa iddahnya masih berhak mendapat nafkah dari suaminya berupa tempat tinggal, pakaian, makan dan kebutuhan hidupnya yang lain. Baik saat ditalak itu ia sedang hamil atau tidak.
(al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-kuwaitiyyah)
Ibnu Qasim mengatakan :
أنواع المعتدة وأحكامها.
{فصل} في أنواع المعتدة وأحكامها. (ويجب للمعتدة الرجعية السكنى) في مسكن فراقها إن لاق بها، (والنفقة) والكسوة إلا أن تكون ناشزةً قبل طلاقها أو في أثناء عدتها. وكما يجب لها النفقة يجب لها بقية المُؤن إلا آلة التنظيف. (ويجب للبائن السكنى دون النفقة إلا أن تكون حاملا)؛ فتجب النفقة لها بسبب الحمل على الصحيح. وقيل إن النفقة للحمل.
Jenis-jenis wanita yang menjalani 'iddah dan hukum-hukumnya.
{Bab} tentang jenis-jenis wanita yang menjalani ' iddah dan hukum-hukumnya.
( Wanita yang menjalani 'iddah dalam talak yang dapat dirujuk kembali, harus diberi tempat tinggal ) di tempat pisahnya jika itu sesuai baginya, ( dan nafkah ) dan pakaian, kecuali jika ia telah durhaka sebelum talaknya atau selama masa iddahnya. Sebagaimana nafkah wajib baginya, ia juga berkewajiban untuk menyediakan biaya-biaya lainnya kecuali untuk perlengkapan kebersihan.
( Dan wanita yang telah ditalak yang tidak dapat dirujuk kembali, harus diberi tempat tinggal tetapi tidak diberi nafkah kecuali jika ia hamil), dalam hal ini nafkah wajib baginya karena kehamilan, ini menurut pendapat yang benar. Dikatakan bahwa nafkah itu adalah untuk kehamilan.
( Fathul Qarib, juz 1/255 )
✅3. Rini Madiun Isrini
Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh.
Perempuan yang beriddah dari talak raj‘i (bisa dirujuk), wajib diberi tempat tinggal dan nafkah.
Sedangkan perempuan yang beriddah karena ditalak ba’in( tidak bisa dirujuk ), wajib diberi tempat tinggal tanpa nafkah, kecuali ia sedang hamil.
Al Qadhi Abu Syuja' mengatakan :
ويجب للمعتدة الرجعية السكني والنفقة ويجب للبائن السكني دون النفقة إلا أن تكون حاملا ويجب على المتوفى عنها زوجها الإحداد وهو الامتناع من الزينة والطيب وعلى المتوفى عنها زوجها والمبتوتة ملازمة البيت إلا لحاجة
“Perempuan yang beriddah dari talak raj‘i (bisa dirujuk) wajib diberi tempat tinggal dan nafkah. Sedangkan perempuan yang ditalak ba’in wajib diberi tempat tinggal tanpa nafkah kecuali ia sedang hamil.
Kemudian perempuan yang ditinggal wafat suaminya wajib ber-ihdad, dalam arti tidak berdandan dan tidak menggunakan wewangian.
Selain itu, perempuan yang ditinggal wafat suaminya dan putus dari pernikahan wajib menetap di rumah kecuali karena kebutuhan,”
( Al-Ghâyah Wat-Taqrîb, hal. 35)
Labels:
Fiqih
Thanks for reading Apakah seorang istri yang sedang menjalani Masa iddah tetap mendapatkan nafkah dari suami ?. Please share...!
0 Komentar untuk "Apakah seorang istri yang sedang menjalani Masa iddah tetap mendapatkan nafkah dari suami ?"