وَإِنَّ الأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا، إِنَّمَا وَرَّثُوا العِلْمَ، فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ» [رواه أبو داود (٣٦٤١)، والترمذي (٢٦٨٢)، وصحَّحه الألباني في «صحيح أبي داود» (٣٦٤١)].

Pentingnya Belajar Sebelum Melakukan Ibadah

Pentingnya Belajar Sebelum Melakukan Ibadah

"Dan ketahuilah واعلم : "Bahwa pintu terbesar yang digunakan Iblis untuk mempengaruhi manusia, sebagaimana yang dikatakan oleh As-Subki, adalah kebodohan. Iblis dapat memasuki pintu ini dengan mudah pada orang-orang yang bodoh, sedangkan pada orang-orang yang berilmu, Iblis hanya dapat memasuki dengan cara diam diam.

Iblis telah membingungkan banyak orang yang beribadah karena kurangnya ilmu pengetahuan mereka. Kebanyakan dari mereka sibuk dengan ibadah sebelum mereka memahami ilmu pengetahuan dengan baik.

Al-Rabi' bin Khuthaim berkata: "Pahamilah ilmu pengetahuan terlebih dahulu, kemudian baru kamu dapat beribadah."

Trik pertama Iblis adalah membuat mereka lebih mengutamakan ibadah daripada ilmu pengetahuan, padahal ilmu pengetahuan lebih utama daripada amalan-amalan sunnah.

Iblis membuat mereka berpikir bahwa tujuan ilmu pengetahuan adalah untuk beramal, tapi mereka hanya memahami amal sebagai amal perbuatan anggota badan saja. Mereka tidak memahami bahwa amal yang sebenarnya adalah amal hati, dan amal hati lebih utama daripada amal anggota badan.

Setelah Iblis berhasil membuat mereka meninggalkan ilmu pengetahuan, dia mulai membingungkan mereka dalam berbagai aspek ibadah, seperti bersuci dan wudhu. Iblis menyuruh mereka untuk berdiam diri di tempat-tempat sunyi untuk waktu yang lama, padahal itu dapat membahayakan kesehatan.

Ada juga yang dibingungkan oleh Iblis untuk menggunakan banyak air dalam wudhu, padahal cukup dengan menggunakan air secukupnya sampai anggota wudhu bersih.

Ada pula yang dibingungkan oleh Iblis dalam masalah niat wudhu, sehingga mereka mengulangi kalimat niat berulang kali. Hal ini disebabkan oleh kebodohan mereka tentang syariat atau kelemahan akal mereka, karena niat sebenarnya ada di dalam hati, bukan dengan mengucapkan kata-kata.

Ada juga yang dibingungkan oleh Iblis untuk menggunakan banyak air dalam wudhu, sehingga mereka melakukan beberapa hal yang tidak disukai, seperti:

Menghabiskan banyak air yang dimiliki orang lain.

Menghabiskan waktu yang berharga untuk hal yang tidak wajib atau tidak sunnah.

Tidak puas dengan apa yang telah ditentukan oleh syariat.

Melakukan hal yang dilarang, seperti menggunakan air lebih dari tiga kali.

Terkadang mereka memperpanjang waktu wudhu sehingga mereka melewatkan waktu shalat atau shalat berjamaah.

Iblis berkata kepada mereka: "Kamu sedang melakukan ibadah yang tidak sah shalatnya tanpa itu." Jika mereka memahami keadaan mereka, mereka akan tahu bahwa mereka sebenarnya sedang melakukan kesalahan dan pelanggaran."

[حاشية اعانة الطالبين ج ١ ص ١٥٢]
0 Komentar untuk "Pentingnya Belajar Sebelum Melakukan Ibadah"

Back To Top