وَإِنَّ الأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا، إِنَّمَا وَرَّثُوا العِلْمَ، فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ» [رواه أبو داود (٣٦٤١)، والترمذي (٢٦٨٢)، وصحَّحه الألباني في «صحيح أبي داود» (٣٦٤١)].

Sunnah Puasa Senin dan Kamis

*ONE DAY ONE HADITS*
```Kamis, 26 Juni 2025 / 1 Muharom 1447 H```

_*Sunnah Puasa Senin dan Kamis*_

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ:

«تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ، فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ»

رواه الترمذي (747) وصححه الألباني

Dari Abū Hurairah radhiyallāhu ‘anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
"Amalan-amalan diperlihatkan (kepada Allah ﷻ) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka ketika amalanku diperlihatkan, aku dalam keadaan berpuasa."
*(HR. At-Tirmidzī no. 747)*

*Pelajaran dari Hadits:*

1. Hari Senin dan Kamis memiliki keutamaan khusus dalam Islam.
Pada hari-hari tersebut, amalan manusia diangkat kepada Allah ﷻ dan dicatat secara khusus.


2. Puasa sunnah pada hari tersebut menunjukkan semangat untuk menghadirkan amal dalam kondisi terbaik.
Nabi Muhammad ﷺ ingin saat amalan beliau diangkat, beliau dalam keadaan ibadah, yakni berpuasa.


3. Ini juga menjadi motivasi bagi kita untuk memperbanyak amal di hari-hari istimewa tersebut, seperti puasa, tilawah, sedekah, dan dzikir.


4. Senin juga adalah hari kelahiran Nabi ﷺ.
Dalam riwayat lain, beliau ﷺ bersabda ketika ditanya tentang puasa Senin:
"Itu adalah hari aku dilahirkan dan hari aku diutus."
*(HR. Muslim no. 1162)*

*Ayat Al-Qur’an yang Terkait:*

وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِندَ اللَّهِ
“Dan apa saja kebaikan yang kalian kerjakan untuk diri kalian, niscaya kalian mendapatkannya di sisi Allah.”
*(QS. Al-Baqarah: 110)*

فَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُ
“Barang siapa yang dengan sukarela mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya.”
*(QS. Al-Baqarah: 184)*


1. Ibnu Mas‘ūd رحمه الله berkata
«صوم الاثنين والخميس سنة حثيثة كان رسول الله ﷺ يلازمها، فلا تتركها»
"Puasa Senin dan Kamis adalah sunnah yang ditekankan dan Rasulullah ﷺ terus-menerus menjaganya. Maka jangan tinggalkan."

Diriwayatkan oleh Abū Nu‘aim dalam Ḥilyah al-Awliyā’ (1/130)

2. Imam Al-Ghazālī رحمه الله berkata
"Puasa sunnah seperti Senin dan Kamis itu laksana pelindung dari godaan syahwat dan perisai dari api neraka."

Iḥyā’ ‘Ulūm ad-Dīn, Jilid 1, hlm. 260


Puasa Senin dan Kamis bukan sekadar ibadah tambahan, tapi peluang memperbaiki diri, memperbanyak pahala, dan menyambut amalan saat diangkat dalam keadaan terbaik.

Biasakan diri dengan rutinitas ini — ringan tapi besar nilainya di sisi Allah ﷻ.
Jadikan dua hari ini sebagai pengingat untuk menyucikan hati dan memperbanyak amal sebelum datang hari di mana tak ada lagi kesempatan untuk memperbaiki.

Wallāhu a‘lam
0 Komentar untuk "Sunnah Puasa Senin dan Kamis"

Back To Top