๐ป๐๐๐๐๐๐๐ ๐ด๐๐๐ (ู
ุญุจ ุงูุนูู
):
๐ ๐
๐๐ข๐๐๐ก ๐
๐ข๐ช๐ก๐ข๐ฒ๐ฒ๐๐ก
๐๐ถ๐ธ๐ฎ ๐๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐ฅ๐ฎ๐๐ฎ ๐๐ฒ๐ฟ๐๐ฒ๐ฝ๐ฎ๐๐ฎ๐ป ๐ฑ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐๐๐บ'๐ฎ๐
▪️ Jika Hari Raya (Idul Fitri atau Idul Adha) bertepatan dengan hari Jum'at, maka shalat Jum'at tidak gugur bagi penduduk setempat, tanpa ada perbedaan pendapat dalam madzhab Syafi'i.
▪️ Adapun tentang gugurnya kewajiban Jum'at bagi penduduk yang jauh yang pada dasarnya wajib Jum'at karena mendengar adzan dari kota, jika mereka telah datang dan menunaikan shalat I'd, maka terdapat dua pendapat:
1. ๐๐๐ง๐๐๐ฉ๐๐ญ ๐ฉ๐๐ซ๐ญ๐๐ฆ๐: Shalat Jumat tidak gugur bagi mereka, karena siapa pun yang wajib Jum'atan di hari selain hari raya, maka tetap wajib pula atasnya Jum'atan di hari raya seperti penduduk kota setempat.
2. ๐๐๐ง๐๐๐ฉ๐๐ญ ๐ค๐๐๐ฎ๐ (yang shahih): Shalat Jumat gugur bagi mereka, berdasarkan riwayat dari Al-Baihaqi dan lainnya dari Abu ‘Ubaid:
ุดَِูุฏْุชُ ุนُุซْู
َุงَู ู ุฑุถู ุงููู ุนูู ู َูุงุฌْุชَู
َุนَ ِูุทْุฑٌ َูุฌُู
ُุนَุฉٌ، َูุฎَุทَุจَ ุนُุซْู
َุงُู ุงَّููุงุณَ ุจَุนْุฏَ ุงูุตََّูุงุฉِ، ุซُู
َّ َูุงَู: 'ุฅَِّู َูุฐَِْูู ุงْูุนِูุฏَِْูู َูุฏِ ุงุฌْุชَู
َุนَุง ِูู َْููู
ٍ َูุงุญِุฏٍ، َูู
َْู َูุงَู ู
ِْู ุฃَِْูู ุงْูุนََูุงِูู َูุฃَุญَุจَّ ุฃَْู َูู
ُْูุซَ ุญَุชَّู َูุดَْูุฏَ ุงْูุฌُู
ُุนَุฉَ ََْْููููุนَْู، َูู
َْู ุฃَุญَุจَّ ุฃَْู َْููุตَุฑَِู َูุฏْ ุฃَุฐَِّูุง َُูู'"
"Aku menyaksikan ‘Utsman –๐ณ๐ข๐ฅ๐ช๐บ๐ข๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ๐ถ ‘๐ข๐ฏ๐ฉ๐ถ– saat hari raya dan Jum'at bertepatan di satu hari. Setelah shalat, beliau berkhutbah kepada orang-orang lalu berkata: ‘Sesungguhnya dua hari raya ini telah berkumpul pada hari ini. Siapa yang dari kalangan penduduk ๐๐ญ-‘๐๐ธ๐ข๐ญ๐ช (daerah pinggiran Madinah) dan ingin tetap tinggal sampai shalat Jum'at, maka silakan. Dan siapa yang ingin kembali (tidak ikut Jum'at), maka kami izinkan.’"
>> Alasan lainnya: Jika mereka tetap tinggal di kota, maka mereka kehilangan persiapan untuk shalat I'd, dan jika mereka pergi lalu kembali untuk Jum'at, maka itu menyulitkan mereka. Sedangkan beban berat (๐ฎ๐ข๐ด๐บ๐ข๐ฒ๐ฒ๐ข๐ฉ) merupakan sebab gugurnya kewajiban Jum'at.
▫ Mazhab Hanbali: Jika hari raya dan Jum'at bertepatan, maka kewajiban hadir shalat Jum'at gugur bagi orang yang telah shalat I'd, kecuali imam, maka tidak gugur kewajibannya.
Berdasarkan riwayat Abu Dawud dari Abu Hurairah –๐ณ๐ข๐ฅ๐ช๐บ๐ข๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ๐ถ ‘๐ข๐ฏ๐ฉ๐ถ– bahwa Rasulullah ๏ทบ bersabda:
ูุฏ ุงุฌุชู
ุน ูู ููู
ูู
ูุฐุง ุนูุฏุงู ، ูู
ู ุดุงุก ุฃุฌุฒุฃู ู
ู ุงูุฌู
ุนุฉ ، ูุฅูุง ู
ุฌู
ุนูู
"๐๐ข๐ณ๐ช ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช๐ข๐ฏ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ถ๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ญ ๐ฅ๐ถ๐ข ๐ฉ๐ข๐ณ๐ช ๐ณ๐ข๐บ๐ข, ๐ด๐ช๐ข๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ข๐ถ, ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ข ๐ด๐ฉ๐ข๐ญ๐ข๐ต ๐'๐ฅ ๐ค๐ถ๐ฌ๐ถ๐ฑ ๐ฃ๐ข๐จ๐ช๐ฏ๐บ๐ข (๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐๐ถ๐ฎ'๐ข๐ต), ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช ๐ต๐ฆ๐ต๐ข๐ฑ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฅ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐๐ถ๐ฎ'๐ข๐ต."
>> Juga hadits dari Abu Dawud, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah dari Zaid bin Arqam –๐ณ๐ข๐ฅ๐ช๐บ๐ข๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ๐ถ ‘๐ข๐ฏ๐ฉ๐ถ–:
"Aku pernah menyaksikan bersama Rasulullah ๏ทบ dua hari raya berkumpul dalam satu hari. Maka beliau shalat I'd, lalu memberikan rukhshah (keringanan) dalam shalat Jum'at, seraya bersabda: '๐๐ช๐ข๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ข๐ถ ๐ด๐ฉ๐ข๐ญ๐ข๐ต ๐๐ถ๐ฎ๐ข๐ต, ๐ด๐ช๐ญ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ.'"
Namun, shalat Jum'at tidak gugur bagi siapa saja yang tidak shalat I'd bersama imam.
▫ Hanabilah juga berpendapat: Shalat I'd gugur jika seseorang sudah menunaikan Jum'at, baik sebelum atau setelah tergelincir matahari, dengan syarat berniat tidak akan shalat I'd karena hendak Jumat.
Sebagaimana riwayat dari Abu Dawud dari ‘Aแนญฤ’ bahwa:
"Ibnu Zubair shalat I'd di pagi hari yang juga hari Jum'at. Lalu kami pergi untuk shalat Jum'at, tapi beliau tidak keluar. Maka kami pun shalat sendiri-sendiri. Ibnu ‘Abbas saat itu di Thaif, dan ketika beliau datang, kami menyebutkan hal itu kepadanya, maka beliau berkata: ‘๐๐ข ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ด๐ถ๐ข๐ช ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ด๐ถ๐ฏ๐ฏ๐ข๐ฉ.’"
▫ Al-Imam Al-Khaththabi –๐ณ๐ข๐ฉ๐ช๐ฎ๐ข๐ฉ๐ถ๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ– berkata:
"ููุฐุง ูุง ูุฌูุฒ ุฅูุง ุนูู ููู ู
ู ูุฐูุจ ุฅูู ุชูุฏูู
ุงูุฌู
ุนุฉ ูุจู ุงูุฒูุงู ูุนูู ูุฐุง ูููู ุงุจู ุงูุฒุจูุฑ ู ุฑุถู ุงููู ุนููู
ุง ู ูุฏ ุตูู ุงูุฌู
ุนุฉ ูุณูุท ุงูุนูุฏ ูุงูุธูุฑ".
“๐๐ฏ๐ช ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ฅ๐ช๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ค๐ถ๐ข๐ญ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ถ๐ณ๐ถ๐ต ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ต ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฉ๐ข๐ญ๐ข๐ต ๐๐ถ๐ฎ'๐ข๐ต ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฎ ๐ป๐ข๐ธ๐ข๐ญ. ๐๐ข๐ฌ๐ข ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ฉ๐ข๐ญ ๐ช๐ฏ๐ช, ๐๐ฃ๐ฏ๐ถ ๐ก๐ถ๐ฃ๐ข๐ช๐ณ ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ถ๐ฏ๐ข๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐๐ถ๐ฎ'๐ข๐ต ๐ด๐ฆ๐ฉ๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ข ๐จ๐ถ๐จ๐ถ๐ณ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ธ๐ข๐ซ๐ช๐ฃ๐ข๐ฏ ๐'๐ฅ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ก๐ถ๐ฉ๐ถ๐ณ.”
>> Karena jika shalat Jum'at —yang lebih kuat dari sisi hukum— gugur dengan adanya I'd, maka shalat I'd lebih pantas untuk gugur dengan adanya Jum'at.
▪️ Ulama madzhab Syafi’i menjawab dalil-dalil Hanabilah:
Bahwa semua riwayat tersebut ditujukan kepada penduduk ๐๐ญ-‘๐๐ธ๐ข๐ญ๐ช (yakni penduduk desa di pinggiran kota Madinah) yang mendengar adzan Jum'at dan wajib Jum'at di kota, namun jika mereka sudah datang untuk shalat I'd, tidak wajib bagi mereka untuk tetap tinggal demi Jum'at, melainkan mereka mendapat keringanan untuk tidak ikut Jum'at, sebagaimana dijelaskan sebelumnya.
๐๐ข๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ๐ถ ๐ข‘๐ญ๐ข๐ฎ.
- Ditulis oleh: Syeikh Abdullah bin Muhammad bin Husain
- Link tulisan: https://www.facebook.com/share/p/1M7gd7yQmk/
✍️ ๐๐ฅ ๐
๐๐ช๐ข๐ซ ๐๐ซ๐๐๐ง๐๐ข ๐๐ฅ ๐๐ง๐๐ซ๐๐ ๐ข๐ซ๐ข
_
Untuk mendapatkan tulisan faidah ilmu syar'i lainnya, silahkan ikuti channel WA ๐๐ง๐๐ซ๐๐ ๐ข๐ซ๐ข ๐๐๐๐๐ช๐ช๐ฎ๐ก
https://whatsapp.com/channel/0029Vb6ZHBNCMY085N5JV11k
ุจุงุฑู ุงููู ูููู
๐
Labels:
Fiqih
Thanks for reading ๐๐ถ๐ธ๐ฎ ๐๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐ฅ๐ฎ๐๐ฎ ๐๐ฒ๐ฟ๐๐ฒ๐ฝ๐ฎ๐๐ฎ๐ป ๐ฑ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐๐๐บ'๐ฎ๐. Please share...!
0 Komentar untuk "๐๐ถ๐ธ๐ฎ ๐๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐ฅ๐ฎ๐๐ฎ ๐๐ฒ๐ฟ๐๐ฒ๐ฝ๐ฎ๐๐ฎ๐ป ๐ฑ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐๐๐บ'๐ฎ๐"