وَإِنَّ الأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا، إِنَّمَا وَرَّثُوا العِلْمَ، فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ» [رواه أبو داود (٣٦٤١)، والترمذي (٢٦٨٢)، وصحَّحه الألباني في «صحيح أبي داود» (٣٦٤١)].

Apakah cacat moral seperti ini pada suami—dan yg semacam ini bahaya besar di zaman sekarang—bisa menjadi alasan untuk pembatalan pernikahan (faskh)? Jika tidak, apa solusinya?

[4/6, 17.03] null: السؤال [1]:
رجل متزوج، ابتلاه الله باللواط والخيانة الزوجية المثلية. لم يحصل منه دخول المدبر. المرأة تريد منه الفراق. والرجل لا يريد أن يطلق. هل مثل هذا العيب في الرجل. ومثل هذا في هذا الزمن خطر كبير. هل يكون مثل هذا من أسباب الفسخ ؟ وإلا فما الحل ؟


الجواب: الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على سيد المرسلين، محمد بن عبد الله الصادق الوعدِ الأمين، وعلى آله وصحبه أجمعين..

أمَّا بعد: فاللواط فاحشة عظيمة، ملعون صاحبها، وهو - أي: اللواط - في عُرف الفقهاء: الوطء في دبرِ ذَكَرٍ أو أنثى أجنبيةٍ، فهذَا الزوج المبتلى بهذه الفاحشة يجب عليه أن يتوب إلى الله تعالى منها فورًا، وأن يندمَ على ما حصل منه، وأن يستغفر الله تعالى من ذنبه العظيم، وعلى زوجتِهِ أن تنصحَهُ وتَعِظَه وَأَن تحثَّه على التوبة،

فإن رَجَت توبتَهُ وصلاحَ حالهُ فلها البقاء معه، وإن لم يتبْ بل استمرَّ على ما هو عليه، فلها أن تطلب الطلاقَ منه، ولو كان طلاقًا خلعيًا بدفع عوض مقابله، قال الإمام يحيى بن أبي الخير العمراني رحمه الله تعالى في البيان شرح المهذب (10/7): ( *إذا ‌كرهت ‌المرأةُ ‌خُلُقَ ‌الزوجِ أو خلقتَهُ أو دينَهُ، وخَافَتْ أن لا تؤدي حقَّه، فَبَذَلَتْ له عوضًا ليطلّقها.. جَازَ ذَلِكَ* ) اهـ

وبما تقرَّر يُعلَمُ: أنَّ الفرقة ستكون طلاقًا إما مجانًا، أو بعوض (خلعًا)، وليست فسخًا، والله تعالى أعلم،

وصلِّ اللهمّ على سيّدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.


*إجابة المسائل العلميّة*
[4/6, 17.03] null: Pertanyaan [1] 
Seorang pria yang sudah menikah, diuji oleh Allah dengan perbuatan homoseksual (liwath) dan perselingkuhan sesama jenis. Tidak terjadi penetrasi anal (dubur). Sang istri ingin berpisah, namun sang suami tidak mau menceraikannya. Apakah cacat moral seperti ini pada suami—dan yg semacam ini bahaya besar di zaman sekarang—bisa menjadi alasan untuk pembatalan pernikahan (faskh)? Jika tidak, apa solusinya?  

 *Jawaban* :  
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad ﷺ, yang jujur dan terpercaya, beserta keluarga dan sahabatnya.  

Amma ba’du:  
Perbuatan liwath (homoseksual) adalah kekejian besar, pelakunya dilaknat. Dalam istilah fuqaha, liwath adalah penetrasi pada dubur laki-laki atau perempuan yang bukan mahram. Suami yang terjatuh dalam dosa ini wajib segera bertaubat kepada Allah, menyesali perbuatannya, dan memohon ampun atas dosa besar ini. Sang istri berkewajiban menasihati, mengingatkan, dan mendorongnya untuk bertaubat.  

Jika istri berharap suaminya akan bertaubat dan memperbaiki diri, ia boleh tetap bersamanya. Namun, jika suami terus-menerus dalam kemaksiatan, istri berhak menuntut cerai—meski melalui khulu’ (talak tebusan) dengan memberikan kompensasi. Sebagaimana dikatakan Imam Yahya bin Abi Khair Al-‘Imrani dalam *Al-Bayan Syarh Al-Muhadzdzab* (10/7):  
*"Jika seorang wanita membenci akhlak, fisik, atau agama suaminya, dan khawatir tidak bisa menunaikan haknya, lalu ia menawarkan kompensasi agar diceraikan, hal itu diperbolehkan."*  

Berdasarkan hal ini, perpisahan dalam kasus ini berbentuk talak (gratis atau dengan tebusan/khulu’), bukan faskh (pembatalan nikah).
Wallahu a’lam.

Dijawab oleh Asy-syaikh DR Labib Najib Abdulloh 

Wa shallallahu ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in.

 *إجابة المسائل العلميّة*
Labels: Fiqih

Thanks for reading Apakah cacat moral seperti ini pada suami—dan yg semacam ini bahaya besar di zaman sekarang—bisa menjadi alasan untuk pembatalan pernikahan (faskh)? Jika tidak, apa solusinya? . Please share...!

0 Komentar untuk "Apakah cacat moral seperti ini pada suami—dan yg semacam ini bahaya besar di zaman sekarang—bisa menjadi alasan untuk pembatalan pernikahan (faskh)? Jika tidak, apa solusinya? "

Back To Top