وَإِنَّ الأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا، إِنَّمَا وَرَّثُوا العِلْمَ، فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ» [رواه أبو داود (٣٦٤١)، والترمذي (٢٦٨٢)، وصحَّحه الألباني في «صحيح أبي داود» (٣٦٤١)].

Penjelasan penggunaan lafadz قال pada bait Alfiyah (Bait 1-2)

📄قَالَ ابنُ مَالِك رَحِمَهُ اللّٰهُ تعالى:

١- قَالَ مُحَمَّدٌ هُوَ ابْنُ مَالِكِ°°°أَحْمَدُ رَبِّيْ اللّٰهَ خَيْرَ مَالِكِ


٢- مُصَلِّيًا عَلَى النَّبِيِّ المُصْطَفٰى°°°وَأٰلِهِ المُسْتَكْمِلِيْنَ الشَّرَفَا

Ada seseorang yang alim yang masyhur ilmunya dari negara Andalusia bernama Muhammad bin Abdullah bin Malik. Beliau berkata : Saya panjatkan puji ke hadirat Allah robbiy yang maha kuasa. Dan semoga Allah limpahkanlah Rahmatnya Kepada nabi Muhammad yang terpilih dan kepada para keluarganya yang penuh dengan kemuliaan.
(قال محمد)
Biasanya para pengarang nadzom menggunakan lafadz يقول dengan shigoh mudhori', sesuai dengan apa yang akan diucapkan belum terjadi. Tetapi mengapa Syaikh Muhammad bin Malik, pengarang nadzom Alfiyah ini menggunakan lafadz قال dengan shigoh madhi? Sebab Syaikh Muhammad bin Malik berkeyakinan bahwa kitab nadzom Alfiyah yang berisi 1000 bait sudah nyata didalam hatinya seolah-olah sebagaimana ungkapan yang sudah dikatakan. Walaupun belum dikatakan oleh Syaikh Muhammad bin Malik, maka beliau memakai lafadz  قال. Demikian ini juga terdapat dalam Al-Qur'an, Allah ta'ala berfirman :
{أَتَىٰ أَمْرُ اللَّهِ فَلَا تَسْتَعْجِلُوهُ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ} [النحل : 1]

(ابن مالك)
Sebenarnya nama lengkap pengarang kitab ini adalah Muhammad bin Abdullah bin Malik. Mengapa beliau menyandarkan namanya kepada Embahnya? Karena Mbahnya (Malik) itulah yang paling masyhur ilmunya. Demikian itu apakah diperbolehkan menurut agama? Boleh, nabi Muhammad sholallahu 'alahi wasallam sendiri pernah bersabda yang artinya: «Aku adalah seorang nabi tidak dusta, Aku adalah anak laki-laki nya Abdul Muthalib».

(أحمد ربي إلخ...)
Mulai dari lafadz ini sampai akhir nadzom kitab Alfiyah menjadi "Maqul Al-Qoul" bagi lafadz قال.
Alhamdulillah.
Labels: Alfiyah Ibnu Malik, Bahasa Arab, Murojaah, Nahwu

Thanks for reading Penjelasan penggunaan lafadz قال pada bait Alfiyah (Bait 1-2). Please share...!

0 Komentar untuk "Penjelasan penggunaan lafadz قال pada bait Alfiyah (Bait 1-2)"

Back To Top