📄قَالَ ابنُ مَالِك رَحِمَهُ اللّٰهُ تعالى:
١- قَالَ مُحَمَّدٌ هُوَ ابْنُ مَالِكِ°°°أَحْمَدُ رَبِّيْ اللّٰهَ خَيْرَ مَالِكِ
٢- مُصَلِّيًا عَلَى النَّبِيِّ المُصْطَفٰى°°°وَأٰلِهِ المُسْتَكْمِلِيْنَ الشَّرَفَا
(قال محمد)
Biasanya para pengarang nadzom menggunakan lafadz يقول dengan shigoh mudhori', sesuai dengan apa yang akan diucapkan belum terjadi. Tetapi mengapa Syaikh Muhammad bin Malik, pengarang nadzom Alfiyah ini menggunakan lafadz قال dengan shigoh madhi? Sebab Syaikh Muhammad bin Malik berkeyakinan bahwa kitab nadzom Alfiyah yang berisi 1000 bait sudah nyata didalam hatinya seolah-olah sebagaimana ungkapan yang sudah dikatakan. Walaupun belum dikatakan oleh Syaikh Muhammad bin Malik, maka beliau memakai lafadz قال. Demikian ini juga terdapat dalam Al-Qur'an, Allah ta'ala berfirman :
{أَتَىٰ أَمْرُ اللَّهِ فَلَا تَسْتَعْجِلُوهُ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ} [النحل : 1]
(ابن مالك)
Sebenarnya nama lengkap pengarang kitab ini adalah Muhammad bin Abdullah bin Malik. Mengapa beliau menyandarkan namanya kepada Embahnya? Karena Mbahnya (Malik) itulah yang paling masyhur ilmunya. Demikian itu apakah diperbolehkan menurut agama? Boleh, nabi Muhammad sholallahu 'alahi wasallam sendiri pernah bersabda yang artinya: «Aku adalah seorang nabi tidak dusta, Aku adalah anak laki-laki nya Abdul Muthalib».
(أحمد ربي إلخ...)
Mulai dari lafadz ini sampai akhir nadzom kitab Alfiyah menjadi "Maqul Al-Qoul" bagi lafadz قال.
Alhamdulillah.
Labels:
Alfiyah Ibnu Malik,
Bahasa Arab,
Murojaah,
Nahwu
Thanks for reading Penjelasan penggunaan lafadz قال pada bait Alfiyah (Bait 1-2). Please share...!

0 Komentar untuk "Penjelasan penggunaan lafadz قال pada bait Alfiyah (Bait 1-2)"