وَإِنَّ الأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا، إِنَّمَا وَرَّثُوا العِلْمَ، فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ» [رواه أبو داود (٣٦٤١)، والترمذي (٢٦٨٢)، وصحَّحه الألباني في «صحيح أبي داود» (٣٦٤١)].

BAB : FARA'IDH [WARIS] - (2)

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
♠️♠️♠️♠️
BAB : FARA'IDH [WARIS] - (2)
♠️♠️♠️♠️

Sebelumnya 👇 :

https://www.facebook.com/share/p/18PCts9uCC/

🌿 Ibnul Mundzir al-Naisaburi berkata :
       
اتفق العلماء على أن للزوج نصف الميراث إن كان له أولاد أو أحفاد، ولا يتغير نصيبه.اتفق العلماء على أن للزوجة ربع الميراث إن تركت ولدًا أو ولدًا.اتفق العلماء على أن للزوجة ثمن الميراث إن ترك زوجها ولدًا أو ولدًا.اتفق العلماء على أن لأربع زوجات مثل نصيب الزوجة الواحدة كما ذكرنا.اتفق العلماء على أن كلمة "كلالة" هي الإخوة.اتفق العلماء على أن معنى قوله تعالى في بداية سورة النساء: "إخوة لأم واحدة"، وفي آخر الآية: "إخوة لأب وأم واحدة".اتفق العلماء على أن الأخ لأم (ابن الأم) لا يرث ما دام هناك أولاد بيولوجيون ذكوراً كانوا أو إناثاً.اتفق العلماء على أن الإخوة لأم (أبناء الأم) لا يرثون إذا كان المتوفى أبًا أو جدًا أو والد جد، ونحوهم. فإن لم يترك المتوفى وارثًا كما ذكرنا، فإن الأب ونحوه يمنع أو يحجب الإخوة لأم.وإذا ترك المتوفى أخًا أو أختًا لأم، فإن الأخ أو الأخت يأخذان السدس من الميراث. وإن ترك أخًا وأختًا لأم، فلهما النصف، ولا فضل للذكر على الأنثى في ذلك.اتفق العلماء على أن الإخوة لأم وأب، وكذلك من هم لأب واحد، ذكورًا وإناثًا، لا يرثون مع وجود أولاد (المتوفى) أو أولاد أولادهم (الأحفاد)، ونحوهم، كما لا يرثون ما دام الأب حيًا.اتفق العلماء على أن المذكورين أعلاه لا يصح أن يكونوا أشبه إذا كان للميت بنات وبنات أبناء، فلهم ما تبقى من البنات، للابن سهمان وللبنات سهمان.اتفق العلماء على أنه إذا زاد عدد البنات على سهمين، فإن نصيبهن كما لو كنّ ابنتين.اتفق العلماء على أن الإخوة من الأب (الأعمام) يأخذون جميع الميراث إذا لم يترك الميت وارثًا واضحًا.اتفق العلماء على أن الإخوة والأخوات لأب لا يرثون إذا كان إخوة المتوفى من الأب أو الأخوات (أعمامه) وارثين.اتفق العلماء على أن الإخوة والأخوات لأب (أبناء الأب) في منزلة إخوتهم لأب أو الأخوات من الأب، ذكورًا وإناثًا، إذا لم يكن للمتوفى إخوة وأخوات من الأب.اتفق العلماء على أن الأخوات لأب (العمات) لا يرثن إذا كانت أخوات المتوفى من الأب قد أخذن ثلثي التركة، إلا إذا كان إخوتهن موجودين.اتفق العلماء على أن الإخوة والأخوات لأب (الأعمام) يرثون الباقي من ميراث أخواتهم من الأب. فإن ترك المتوفى أختين أو أكثر من الأب، فلهن ثلاث، والباقي للإخوة من الأب.اتفق العلماء على أن للجدة سدس الميراث إذا توفيت أم المتوفى.اتفق العلماء على أن الأم تمنع الأم والجدة من الميراث.اتفق العلماء على أن الأب لا يمنع الجدة من الميراث.اتفق العلماء على أنه إذا كانت جدتان متساويتان في النسب، فلكل منهما نصيب من الميراث، فلكل منهما سدس الميراث.اتفق العلماء على أن إحدى الجدتين أقرب إلى الميت، فالميراث لها.اتفق العلماء على أن الأم تمنع جميع الجدات من الميراث.اتفق العلماء على أن الجدات لا يرثن أكثر من سدس الميراث.

324. Para ulama bersepakat bahwa seorang suami mendapatkan ½ (satu per dua) dari harta warisan apabila ada anak atau cucu dan bagiannya tidak akan berubah.

325. Para ulama bersepakat bahwa seorang istri mendapatkan ¼ (satu per empat) dari harta warisan apabila ia meninggalkan seorang anak atau cucu.

326. Para ulama bersepakat bahwa seorang istrinya mendapatkan ⅛ (satu per delapan) harta warisan apabila suaminya meninggalkan seorang anak atau cucu.

327. Para ulama bersepakat bahwa empat orang istri bagiannya sama dengan saru orang istri sebagaimana yang telah kami sebutkan.

328. Para ulama bersapakat bahwa sebutkan kalalah diperuntukkan bagi saudara laki-laki.

329. Para ulama bersepakat bahwa maksud firman Allah pada awal surat An-Nisa saudara seibu, pada ayat terakhir saudara seayah dan seibu.

330. Para ulama bersepakat bahwa saudara dari ibu (anak ibu) tidak mendapatkan harta warisan selagi ada anak kandung baik laki-laki maupun perempuan.

331. Para ulama bersepakat bahwa saudara dari Ibu (anak ibu) tidak mendapatkan warisan dengan adanya bapak (si mayat), atau kakek, bapaknya kakek dan seterusnya apabila si mayat tidak meninggalkan seorang ahli waris seperti yang kami sebutkan, maka bapak dan seterusnya menghalangi atau menutup saudara dari ibu untuk mendapatkan warisan. 

Namun jika yang wafat meninggalkan saudara atau saudari seibu, maka saudaranya atau saudarinya mendapatkan bagian warisan ⅙ (satu per enam), namun jika meninggalkan seorang saudara dan saudari dari ibu (seibu), keduanya berserikat mendapatkan ½ (satu per dua) serta tidak ada kelebihan bagian laki-laki atas perempuan pada masalah ini.

332. Para ulama bersepakat bahwa saudara (anak) dari seibu dan seayah serta yang seayah baik laki-laki maupun perempuan tidak mendapatkan bagian harta warisan apabila masih ada anak (si mayit) atau anak dari anaknya (cucu) dan seterus-nya juga mereka tidak mendapatkan warisan selagi bapaknya masih ada.

333. Para ulama bersepakat bahwa mereka yang tersebut di atas (terhalang) menjadi 'ashabah apabila ada beberapa anak perempuan si mayit dan anak-anak perempuan dari anak laki-laki si mayat. Mereka mendapatkan sisa bagian dari anak-anak perempuan dengan pembagian yang laki-laki mendapatkan dua bagian anak perempuan.

334. Para ulama bersepakat bahwa anak perempuan yang lebih dari dua bagiannya tetap sama dengan dua anak perempuan.

335. Para ulama bersepakat bahwa saudara seayah-seibu (paman) mengambil semua harta warisan jika si mayit tidak meninggalkan ahli waris yang mendapatkan bagian yang jelas (ahli waris).

336. Para ulama bersepakat bahwa saudara dan saudari dari bapak tidak mendapatkan harta warisan jika saudara dan saudari seayah-seibu dari si mayit (paman).

337. Para ulama bersepakat bahwa saudara-saudari dari bapak (anak bapak) mengambil posisi saudara-saudari sebapak dan seibu baik laki-laki maupun perempuan sama dengan mereka, apabila si mayit tidak memiliki saudara-saudari seayah dan seibu (sekandung).

338. Para ulama bersepakat bahwa saudari dari pihak bapak (bibi) tidak mendapatkan bagian warisan apabila saudari-saudari sekandung (saudari si mayit) telah mendapatkan bagian ⅔ (dua per tiga) dari harta warisan kecuali ada ada saudara mereka.

339. Para ulama bersepakat bahwa saudara dari bapak (paman) mendapatkan sisa bagian dari harta warisan saudari-saudari seayah dan ibu. Jika ia meninggalkan dua orang saudari atau lebih seayah-ibu, mereka mendapatkan tiga dan sisanya diberikan kepada saudara-saudara seayah.

340. Para ulama bersepakat bahwa nenek mendapatkan bagian ⅙ (satu per enam) dari harta warisan apabila ibu si mayit sudah tidak ada.

341. Para ulama bersepakat bahwa ibu menghalangi ibunya dan neneknya.

342. Para ulama bersepakat bahwa bapak tidak menghalangi nenek dari bagian harta warisan.

343. Para ulama bersepakat apabila ada dua nenek dan tingkat kekerabatan keduanya sama, masing-masing mendapatkan bagian harta warisan; maka keduanya berbagi dengan ⅙ (satu per enam) harta warisan.

344. Para ulama bersepakat apabila kedua nenek itu salah satunya lebih dekat kerabat dengan si mayit, maka harta warisan itu diserahkan kepadanya.

345. Para ulama bersepakat bahwa ibu menghalangi semua nenek dari mendapatkan warisan.

346. Para ulama bersepakat bahwa nenek mendapatkan warisan tidak lebih dari ⅙ (satu per enam).
(Al Ijma, juz 1/73-77)
@semua orang
Labels: Waris

Thanks for reading BAB : FARA'IDH [WARIS] - (2). Please share...!

0 Komentar untuk "BAB : FARA'IDH [WARIS] - (2)"

Back To Top