وَإِنَّ الأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا، إِنَّمَا وَرَّثُوا العِلْمَ، فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ» [رواه أبو داود (٣٦٤١)، والترمذي (٢٦٨٢)، وصحَّحه الألباني في «صحيح أبي داود» (٣٦٤١)].

Apa yang harus di dilakukan bagi orang yang lupa berapa jumlah shalat yang harus dia qadha, apakah tetap diwajibkan mengqadha atau tidak diwajibkan dengan alasan lupa jumlah yang harus di qadha❓

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
DOKUMENTASI HASIL TANYA JAWAB DIGRUP MENURUT 4 MADZHAB (727)
By : Perpustakaan Hadits

TEMA : ORANG YANG LUPA JUMLAH SHALAT QADHA-NYA, TETAP WAJIB MENG-QADHA SHALATNYA

PERTANYAAN : 

Senja 

Apa yang harus di dilakukan bagi orang yang lupa berapa jumlah shalat yang harus dia qadha, apakah tetap diwajibkan mengqadha atau tidak diwajibkan dengan alasan lupa jumlah yang harus di qadha❓

DIJAWAB OLEH :

👉 Vitha Finalia 

Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

Tetap diwajibkan untuk mengqadha shalat fardhu nya, meskipun lupa dengan jumlah qadha shalat nya. 

Syaikh Abdurrahman Al Juzairi berkata :

(باب) نسيان عدد الصلوات الواجبة
إذا فاته من الصلوات المفروضة ما لا يحصى، فإنه يلزمه قضاءها حتى يتيقن عدم فواتها. وهذا عند الشافعية والحنابلة، أما عند المالكية والحنفية فلا يلزمه التأكد من عدم فواتها، بل مجرد التقدير.

(Bab) Terlupa Jumlah Shalat yang Harus Diqadha 

Apabila seseorang telah terlewatkan begitu banyak shalat fardhu hingga dia lupa berapa jumlah shalat yang harus diqadha olehnya, maka dia tetap diwajibkan untuk melaksanakan shalat tersebut hingga merasa yakin tidak ada lagi shalat yang terlewatkan. 
Ini menurut madzhab Asy-Syafi'i dan Hambali, sedangkan menurut madzhab Maliki dan Hanafi, dia tidak harus merasa yakin tidak ada lagi shalat yang terlewatkan, namun cukup dengan mengira-ngiranya saja. 
(Al Fiqh ala Al-Madzhab ala Arbaah, juz 1/370)

👉 Isrini 

Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh. 

Wajib diqadha.
Wajib mengqadha shalat yang telah lama ditinggalkan, meskipun ia lupa dan tak terhitung berapa jumlah shalat yang harus diqadhanya.

وقد اتفق جمهور العلماء من مختلف المذاهب على أن تارك الصلاة يكلف بقضائها، سواء تركها نسياناً أم عمداً.إذا فاته من الصلوات المفروضة ما لا يحصى.،مع الفارق التالي: وهو أن التارك لها بعذر كنسيان أونوم لايأثم، ولا يجب عليه المبادرة إلى قضائها فوراً، أما التارك لها بغيرعذر- أي عمداً - فيجب عليه – مع حصول الإثم – المبادرة إلى قضائها.

“Mayoritas ulama dari berbagai madzhab sepakat bahwa seseorang yang meninggalkan shalat dituntut untuk mengqadlanya, baik meninggalkan shalat karena lupa ataupun sengaja. Meskipun ia lupa dan tak terhitung berapa jumlah shalat yang harus diqadlanya.

Perbedaanya adalah: jika orang yang meninggalkan shalat karena udzur, seperti karena faktor lupa atau tertidur maka ia tidak berdosa, 
dan ia tidak diwajibkan
mengqadlanya sesegera mungkin, sedangkan bagi orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja, maka ia terkena dosa dan dituntut segera mengqadlanya."
( Al-Fiqh Al-Manhaj ‘Ala Madzhab Imam Al-Syafi’i, juz I/110)

👉 Rina Leriyani I 

Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

Tetap wajib qadha, hingga merasa bahwa sudah tidak memiliki tanggungan shalat lagi.

Menurut ulama hanafi, wajib qadha dan wajib menentukan waktu,
Menurut ulama Malikiyyah, Syafi'iyyah, dan Hanabilah wajib qadha tapi tidak wajib menentukan waktu, hanya cukup menentukan jenis shalatnya saja.

Wahbah Az Zuhaili berkata

قال الحنفية : من عليه فوائت كثيرة لا يدري عددها، يجب عليه أن يقضي حتى يغلب على ظنه براءة ذمته. وعليه أن يعين الزمن، فينوي أول ظهر عليه أدرك وقته ولم يصله، أو ينوي آخر ظهر عليه أدرك وقته ولم يصله، وذلك تسهيلاً عليه. وقال المالكية والشافعية والحنابلة : يجب عليه أن يقضي حتى يتيقن براءة ذمته من الفروض، ولا يلزم تعيين الزمن، بل يكفي تعيين المنوي كالظهر أو العصر مثلاً.

Ulama Hanafiyyah berkata,siapa saja yang meninggalkan banyak shalat fardhu, hingga tak terhitung jumlahnya. Maka, ia wajib mengqadhanya hingga merasa bahwa sudah tidak memiliki tanggungan shalat lagi. Wajib baginya menentukan waktu, maka ia harus niat melaksanakan awal Zhuhur yang masih ada waktunya dan belum melaksanakannya, atau ia niat melaksanakan akhir shalat Zhuhur yang masih ada waktunya dan belum ia kerjakan, Hal itu untuk memudahkannya. 

Ulama Malikiyyah, Syafi'iyyah, dan Hanabilah berkata, wajib bagi orang yang meninggalkan banyak shalat fardhu untuk mengqadhanya, hingga merasa yakin bahwa dia tidak memiliki tanggungan shalat lagi. Namun, tidak wajib menentukan waktu, hanya cukup dengan menentukan jenis shalatnya seperti Zhuhur atau Ashar misalnya.
(Alfiqhul islam wa adilatuhu juz II/143)
Labels: Fiqih

Thanks for reading Apa yang harus di dilakukan bagi orang yang lupa berapa jumlah shalat yang harus dia qadha, apakah tetap diwajibkan mengqadha atau tidak diwajibkan dengan alasan lupa jumlah yang harus di qadha❓. Please share...!

0 Komentar untuk "Apa yang harus di dilakukan bagi orang yang lupa berapa jumlah shalat yang harus dia qadha, apakah tetap diwajibkan mengqadha atau tidak diwajibkan dengan alasan lupa jumlah yang harus di qadha❓"

Back To Top