Berikut lanjutan Sehari Sebaris Sunnah untuk Hari ke-33 dengan tema Ikhlas dalam Beramal:
---
`SEHARI SEBARIS SUNNAH`
Hari 33 – Ikhlas dalam Beramal
النصّ:
قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ:
"إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى"
(رواه البخاري، رقم: 1، ومسلم، رقم: 1907)
“Sesungguhnya amal perbuatan tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.”
(HR. Bukhari no. 1, Muslim no. 1907)
Faidah Ilmiah:
Keikhlasan adalah syarat utama diterimanya amal. Amal yang dilakukan karena Allahﷻ akan bernilai ibadah, sedangkan yang disertai riya atau ingin dilihat manusia akan gugur di hadapan-Nya. Ikhlas adalah inti dari agama dan ruh setiap ibadah.
Amalan Praktis:
Luruskan niat sebelum memulai ibadah atau kebaikan.
Jauhkan diri dari riya, sum‘ah, dan ingin pujian manusia.
Perbaharui niat saat merasa hati mulai condong pada selain Allahﷻ.
Sembunyikan sebagian amal shalih agar lebih mudah menjaga keikhlasan.
Contoh Salaf:
1. Sufyan ats-Tsauri رحمه الله berkata:
"Tidak aku obati sesuatu yang lebih berat daripada niatku, karena ia selalu berubah-ubah."
Diriwayatkan oleh al-Dhahabi dalam Siyar A‘lam al-Nubalā’ (7/243).
2. Fudhail bin ‘Iyadh رحمه الله berkata:
"Amal yang paling bersih dan paling benar adalah yang dilakukan ikhlas karena Allah dan sesuai sunnah."
Al-Jāmi‘ li Akhlāq al-Rāwī (1/84).
3. Imam Ahmad bin Hanbal رحمه الله menyembunyikan amal-amal ibadahnya seperti sedekah dan qiyamul lail agar tidak diketahui siapapun.
Manāqib al-Imām Ahmad, Ibn al-Jawzī (hlm. 244).
0 Komentar untuk "Ikhlas dalam Beramal"