1. Berkurban untuk Orang Tua yang Masih Hidup
Diperbolehkan berkurban atas nama orang tua yang masih hidup, walaupun tanpa seizin mereka. Ini termasuk bentuk kebaikan dan bakti kepada orang tua, dan tidak memerlukan izin secara khusus selama tidak ada larangan dari pihak orang tua.
---
2. Hukum Memakan Daging Kurban Nazar
Jika kurban tersebut merupakan nazar, maka orang yang bernazar tidak boleh memakan daging kurban tersebut. Begitu pula orang-orang yang berada di bawah tanggungan nafkahnya seperti istri, anak-anak, bahkan orang tua juga tidak boleh memakannya jika mereka termasuk yang wajib dinafkahi.
Termasuk dalam kategori ini adalah orang tua yang lanjut usia atau memiliki kondisi kesehatan yang membuat mereka tidak mampu bekerja dan menjadi tanggungan anaknya.
---
📚 Referensi Kitab:
1. حاشية الباجوري على شرح ابن قاسم (ج ٤ / ص ٣٦٦) – دار المنهاج:
> ولا يجوز أن يضحي عن غيره بغير إذنه، إلا إذا ضحى عن أهل بيته، أو الولي من ماله عن موليه، أو الإمام من بيت المال عن المسلمين. وأما بإذنه ولو ميتاً.. فيجوز، وصورته في الميت: أن يوصي بها قبل موته، أو يشرطها في وقفه؛ كما يقع كثيراً.
Tidak boleh berkurban atas nama orang lain tanpa izinnya, kecuali jika untuk keluarga sendiri, wali dari harta anak asuhnya, atau imam dari Baitul Mal untuk umat Islam. Jika dengan izin, termasuk yang telah wafat, maka diperbolehkan. Misalnya, jika ada wasiat sebelum wafat atau dicantumkan dalam wakaf, sebagaimana yang sering terjadi.
---
2. حاشية الباجوري (ج ٤ / ص ٣٧٨) – دار المنهاج:
> قوله: (ولا يأكل) أي: لا يجوز له الأكل، فإن أكل شيئاً غرمه. وقوله: (المضحي)، وكذا من تلزمه نفقته.
Kalimat “tidak boleh makan” maksudnya adalah haram baginya memakan daging kurban nazar. Jika tetap memakannya, ia wajib mengganti (nilai yang dimakan). Begitu pula orang-orang yang menjadi tanggungannya tidak boleh memakan kurban itu.
Wallahu a'lam.
0 Komentar untuk "Diperbolehkan berkurban atas nama orang tua yang masih hidup, walaupun tanpa seizin mereka"